Petroganik Didorong Menjadi Penopang Kesuburan Lahan di Madiun Raya
2026-10-10 06:05 WIB · aindari · 👁 516 dibaca

Pupuk Indonesia mengajak petani di enam wilayah Madiun Raya mengoptimalkan pupuk organik bersubsidi untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan lahan.
Pupuk Indonesia (Persero) mendorong petani di Madiun Raya memperluas penggunaan Petroganik bersubsidi pada musim tanam Oktober-Maret. Langkah ini ditujukan untuk melengkapi pemupukan tanaman sekaligus memulihkan kondisi tanah, sehingga produktivitas pertanian dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Senior Manager Regional 3A Pupuk Indonesia Wawan Arjuna mengatakan Petroganik memiliki kandungan karbon organik sedikitnya 15 persen. Menurut dia, pemakaian pupuk tersebut membantu memperbaiki media tanah dan membuat penggunaan pupuk berimbang menjadi lebih efisien. Petani diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan hara tanaman, tetapi juga merawat kualitas lahan yang menjadi tempat tumbuhnya tanaman.
Pupuk Indonesia menyebut sekitar 73 persen lahan pertanian di Indonesia membutuhkan tambahan bahan organik untuk memenuhi unsur hara tanah. Kebutuhan tersebut menjadi alasan perusahaan mendorong penyerapan Petroganik, termasuk di wilayah yang mencakup Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan.
Kesadaran petani di kawasan itu dinilai cukup tinggi. Alokasi Petroganik untuk Madiun Raya mencapai sekitar sepertiga dari total alokasi pupuk tersebut di Jawa Timur. Penggunaan yang lebih luas diharapkan mendukung perbaikan kesuburan tanah dibandingkan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Pupuk Indonesia juga meminta petani memanfaatkan alokasi bersubsidi secara optimal selama musim tanam berlangsung.
Untuk 2026, pemerintah menetapkan alokasi Petroganik sebanyak 146.459 ton. Hingga 7 Oktober 2026, penyalurannya mencapai sekitar 99.771 ton atau 68 persen. Di Madiun Raya, alokasi yang tersedia tercatat 55.183 ton, dengan realisasi penyerapan 33.732 ton atau 61 persen.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Madiun Suharno menyebut penggunaan Petroganik membantu mempertahankan kesuburan lahan agar tetap produktif dan mampu menghasilkan panen. Bentuknya yang berupa granul juga dinilai memudahkan aplikasi, berbeda dari praktik lama yang mengharuskan petani membawa kotoran sapi ke sawah sebagai sumber bahan organik.
Berdasarkan hasil uji laboratorium yang disampaikan Suharno, kandungan organik tanah di Madiun Raya kini hanya sekitar 2-2,5 persen. Angka tersebut dinilai masih rendah. Jika tidak diperbaiki dalam 10 tahun mendatang, lahan berisiko kehilangan produktivitas. Pemberian Petroganik diharapkan dapat meningkatkan kembali kesuburan tanah dan mendukung hasil maksimal bagi berbagai komoditas pertanian.
Tag: Petroganik, pupuk organik, Madiun Raya, kesuburan tanah, pertanian berkelanjutan