PLTA Batang Toru Dinilai Penting Memperkuat Pasokan Listrik Sumbagut
2026-10-10 06:07 WIB · aindari · 👁 347 dibaca

PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW diharapkan menambah cadangan listrik Sumatera Bagian Utara, terutama saat konsumsi mencapai puncak.
PT PLN (Persero) menilai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru memiliki peran penting dalam memperkuat sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara atau Sumbagut. Pembangkit yang berada di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, itu diharapkan membantu memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat di wilayah tersebut.
Direktur Teknologi, Teknik, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra menyebut sistem kelistrikan Sumbagut saat ini masih mendapat dukungan dari Sumatera Bagian Selatan melalui jaringan transmisi. Infrastruktur transmisi itu telah tersedia, tetapi keberadaan pembangkit di wilayah Sumbagut dinilai tetap diperlukan agar sistem memiliki dukungan pasokan dari sumber pembangkitan yang berada lebih dekat dengan pusat kebutuhan.
Kondisi kebutuhan listrik di Pulau Sumatera turut menjadi pertimbangan PLN. Kapasitas pembangkit yang dapat diandalkan saat ini mencapai 2.551 megawatt (MW), sedangkan beban puncak berada pada level 2.446 MW. Selisih tersebut menghasilkan cadangan sekitar 105 MW. Dengan kebutuhan yang masih bertumbuh, ruang cadangan itu perlu diperkuat melalui tambahan pembangkit.
PLTA Batang Toru memiliki kapasitas terpasang 510 MW. Pembangkit tersebut dirancang beroperasi secara penuh pada periode beban puncak, yakni pukul 18.00 hingga 24.00. Pola operasi itu diharapkan membuat pembangkit tersebut berfungsi sebagai penyangga bagi kestabilan dan keluwesan sistem Sumbagut, sekaligus menyediakan tambahan cadangan ketika konsumsi listrik berada pada tingkat tertinggi.
Namun, tambahan kapasitas dari Batang Toru diperkirakan hanya mencukupi pertumbuhan kebutuhan dalam waktu terbatas jika dilihat dari skala sistem Sumatera. PLN mencatat, pertumbuhan kebutuhan listrik sepanjang 2025 hingga 2026 telah mencapai sekitar 490 MW. Angka tersebut masih berpotensi bertambah hingga sekitar 510 MW dalam dua bulan berikutnya. Perkembangan itu menunjukkan pentingnya mempercepat masuknya pembangkit baru ke dalam sistem.
Edwin mengatakan proses Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) untuk PLTA Batang Toru sedang berjalan. Penyelesaian proses tersebut menjadi bagian dari kesiapan pembangkit untuk mulai masuk ke sistem kelistrikan. Dengan kapasitas dan pola operasi yang direncanakan, PLTA Batang Toru diproyeksikan mendukung keandalan pasokan listrik Sumbagut, khususnya pada jam beban puncak.
Tag: PLTA Batang Toru, PLN, Sumbagut, Kelistrikan Sumatera, Tapanuli Selatan