AirNav Ungkap Pengembangan Rute Fleksibel di Ruang Udara Kepulauan
2026-10-10 17:02 WIB · aindari · 👁 517 dibaca

Penerapan FRTO di FIR Jakarta dan Ujung Pandang telah digunakan 10.578 penerbangan sepanjang 2020–2025, dengan manfaat efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi.
AirNav Indonesia memaparkan pengalaman menerapkan Free Route Operation (FRTO) dalam forum ICAO Air Navigation World–Air Traffic Flow Management (ATFM) 2026 di kantor pusat ICAO, Montreal, Kanada. Skema ini memungkinkan maskapai menentukan lintasan penerbangan yang lebih sesuai dengan kondisi serta kebutuhan operasional, selama tetap memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan.
Pengembangan FRTO di Indonesia berawal pada 2020, ketika pandemi COVID-19 menyebabkan lalu lintas udara turun tajam. Atas permintaan International Air Transport Association (IATA), AirNav berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk menguji konsep User Preferred Route (UPR). Pengujian tersebut turut melibatkan Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA).
Setelah melalui beberapa tahap uji coba dan evaluasi risiko keselamatan, FRTO diterapkan secara penuh di Flight Information Region (FIR) Jakarta dan Ujung Pandang pada 5 Oktober 2023. Penerapan itu mencakup ruang udara pada ketinggian FL330 hingga FL600. Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan fleksibilitas rute harus ditopang sistem, prosedur, serta kemampuan personel yang memadai.
Penerapan di Indonesia menghadapi tantangan geografis dan operasional. AirNav mengelola ruang udara sekitar 7,79 juta kilometer persegi yang mencakup lebih dari 17.000 pulau, sekaligus berkoordinasi dengan 10 FIR milik negara tetangga. Untuk menghadapi kemungkinan pola konflik antarpesawat yang lebih dinamis, perusahaan memperkuat sistem otomasi dan kompetensi pemandu lalu lintas udara. Ketentuan separasi, koordinasi, dan prosedur keselamatan tetap menjadi bagian dari pelaksanaan FRTO.
AirNav juga memperluas penggunaan FRTO melalui koordinasi lintas FIR dan penyesuaian prosedur dengan negara sekitar. Operasi penuh dengan FIR Oakland dimulai pada Maret 2023, disusul FIR Port Moresby pada Juni 2024. Kerja sama FRTO antara Indonesia dan Australia kemudian beroperasi penuh pada Juli 2025.
Dalam periode 2020–2025, tercatat 10.578 penerbangan memanfaatkan FRTO di FIR Jakarta dan Ujung Pandang. Pada 2025, jumlah penggunaannya mencapai 5.030 penerbangan, naik 82 persen dari 2.770 penerbangan pada tahun sebelumnya. Perhitungan AirNav menunjukkan pemanfaatan tersebut berpotensi menghemat biaya bahan bakar maskapai sebesar 8,04 juta dolar AS dan mencegah emisi karbon dioksida sebanyak 5.426 ton. Rute yang lebih efisien juga dapat memangkas jarak tempuh, durasi penerbangan, serta konsumsi bahan bakar.
AirNav menempatkan FRTO sebagai salah satu dasar menuju Trajectory-Based Operations (TBO). Pengembangan kemampuan pemandu lalu lintas udara juga diselaraskan dengan ICAO APAC Project 30/10, yang menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan navigasi penerbangan.
Tag: AirNav Indonesia, FRTO, navigasi penerbangan, ICAO, efisiensi bahan bakar