Tiga Langkah Wina Natalia untuk Mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus
2026-10-10 17:03 WIB · aindari · 👁 310 dibaca

Wina Natalia mengajak orang tua menerima proses emosional, mencari dukungan, dan menggali potensi anak setelah diagnosis ABK.
Penyanyi sekaligus penulis buku Wina Natalia membagikan panduan bagi orang tua yang baru mengetahui anaknya memiliki kebutuhan khusus. Pesan tersebut disampaikan dalam pembukaan Special Kids Expo (SPEKIX) 2026 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu. Sebagai orang tua dari anak dengan autisme, Wina berbicara tentang pentingnya kesiapan emosional dan dukungan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Menurut Wina, rasa kaget, sedih, bingung, atau takut merupakan reaksi yang wajar setelah orang tua menerima diagnosis. Proses memahami kondisi anak tidak selalu berlangsung cepat. Karena itu, orang tua perlu memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk memproses keadaan dan menenangkan batin, tanpa menyalahkan atau menghukum diri.
Ia juga mengingatkan bahwa fase penyangkalan atau denial dapat muncul ketika orang tua mengetahui anaknya mengalami perbedaan. Reaksi tersebut, menurut Wina, merupakan bagian dari pengalaman manusiawi yang bisa dialami banyak keluarga. Penerimaan tidak harus terjadi seketika, tetapi dapat dibangun secara bertahap melalui pemahaman dan pengalaman sehari-hari bersama anak.
Langkah berikutnya ialah membuka diri terhadap bantuan dari luar keluarga. Wina mendorong orang tua untuk mencari tenaga profesional yang sesuai serta bergabung dengan komunitas orang tua anak berkebutuhan khusus. Lingkungan tersebut dapat menjadi ruang untuk bertukar cerita, mendengar pengalaman keluarga lain, dan memperoleh dukungan ketika menghadapi tantangan pengasuhan.
Wina menekankan agar perhatian orang tua tidak berhenti pada keterbatasan atau hambatan anak. Minat dan aktivitas yang disukai perlu diamati karena dapat membantu keluarga menemukan kemampuan yang belum terlihat. Anak juga perlu diberi kesempatan untuk berkembang dengan cara dan kecepatannya sendiri, sesuai potensi yang dimiliki.
Ia mencontohkan putranya, Sigra, yang pernah menghadapi hambatan komunikasi dan tantrum berat. Setelah kemampuan seninya diasah sejak dini, Sigra dapat menyalurkan emosi dan kemampuannya melalui karya lukis. Bagi Wina, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya mengenali kekuatan anak, bukan hanya berfokus pada kesulitannya.
Pada akhirnya, Wina meminta orang tua tidak memelihara rasa malu atas kondisi anak. Anak berkebutuhan khusus berhak memperoleh kasih sayang, penerimaan sepenuhnya, serta ruang yang aman di lingkungan masyarakat. Dukungan tersebut dibutuhkan agar mereka dapat mengembangkan potensi dan menjalani proses tumbuh sesuai jalannya.
Tag: Wina Natalia, anak berkebutuhan khusus, autisme, pola asuh, Special Kids Expo