Panama Mobilisasi Tanggap Darurat Setelah Gempa 7,2 dan Puluhan Susulan
2026-10-11 00:30 WIB · aindari · 👁 509 dibaca

Pemerintah Panama mengerahkan personel dan bantuan setelah gempa kuat mengguncang sejumlah wilayah, mengganggu layanan air, penerbangan, sekolah, dan aktivitas publik.
Pemerintah Panama mengaktifkan penanganan darurat setelah gempa kuat mengguncang negara itu pada Jumat (9/10) dan diikuti puluhan gempa susulan. Hingga pukul 17.30 waktu setempat, belum ada laporan korban jiwa atau orang hilang, meski sejumlah orang terluka. Badan perlindungan sipil masih memeriksa kawasan di sekitar pusat gempa untuk menilai kemungkinan kerusakan.
Institut Geosains Universitas Panama mencatat gempa utama bermagnitudo 7,2 pada pukul 12.56 waktu setempat. Gempa tersebut berpusat pada kedalaman 4 kilometer. Lebih dari 40 gempa kemudian tercatat hingga sore hari, termasuk belasan gempa dengan magnitudo di atas 5. Salah satu guncangan susulan, yang terjadi pada pukul 15.25, memiliki magnitudo 6,9.
Angka dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengalami beberapa perubahan. Lembaga itu pertama kali memperkirakan kekuatan gempa utama mencapai magnitudo 8, lalu merevisinya menjadi 7,6 dan kemudian 7,7. Di Panama City, warga berhamburan keluar dari gedung dan berkumpul di jalan maupun ruang terbuka. Banyak penghuni gedung bertingkat memilih tetap berada di luar karena khawatir terhadap guncangan berikutnya.
Presiden Panama Jose Raul Mulino memerintahkan berbagai lembaga untuk menyampaikan laporan dampak gempa serta mengirim personel, sumber daya, dan bantuan ke komunitas terdampak. Pemerintah menyatakan seluruh jajaran telah dikerahkan, sementara presiden akan turut berkoordinasi di wilayah yang mengalami dampak paling berat. Penutupan sejumlah ruang publik dan kemacetan juga dilaporkan terjadi ketika kepanikan belum sepenuhnya mereda.
Gangguan terjadi pada layanan air bersih setelah pemadaman listrik menghentikan atau mengurangi produksi di beberapa instalasi pengolahan air. Bandar Udara Internasional Tocumen sempat menghentikan layanan dan mengevakuasi orang sebagai langkah pencegahan, tetapi kembali beroperasi setelah pemeriksaan tidak menemukan kerusakan yang menghambat penerbangan. Area komersial dibuka kembali, sedangkan petugas imigrasi dan bea cukai kembali bertugas. Pemeriksaan tambahan akan dilakukan bersama badan perlindungan sipil nasional.
Kementerian Pendidikan membatalkan kegiatan belajar mengajar pada siang hari di seluruh negeri dan menangguhkan pekerjaan di kantor administratif. Sebaliknya, Otoritas Terusan Panama menyatakan operasional terusan tetap normal setelah prosedur darurat diberlakukan dan pemeriksaan fasilitas dimulai. Kedutaan Besar Tiongkok di Panama juga berkomunikasi dengan lembaga serta komunitas Tionghoa setempat; sejauh ini tidak ada korban dari kelompok tersebut.
Menurut daftar USGS, gempa ini menjadi gempa bermagnitudo minimal 7 yang kelima melanda Amerika Latin sejak awal 2026. Sebelumnya, dua gempa terjadi di Venezuela pada 24 Juni, disusul gempa di Meksiko pada 17 Juli dan Kolombia pada 10 Agustus. Panama berada di kawasan Cincin Api Pasifik, sabuk aktivitas gunung berapi dan seismik sepanjang sekitar 40.000 kilometer yang mengelilingi Samudra Pasifik.
Tag: Panama, gempa bumi, tanggap darurat, Amerika Latin, Cincin Api Pasifik