Kemenag Dorong Pesantren Perkuat Mutu Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi
2026-10-11 06:05 WIB · aindari · 👁 820 dibaca

Menag Nasaruddin Umar menilai penguatan kelembagaan, usaha produktif, dan pendekatan pembelajaran khas pesantren penting bagi keberlanjutan pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan Kementerian Agama akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kemandirian pesantren. Pernyataan itu disampaikan saat mengunjungi Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini di Kabupaten Pasuruan, Sabtu. Ia berharap penguatan dukungan pemerintah dapat meningkatkan peran dan kemajuan pesantren, termasuk Al Yasini, dalam ekosistem pendidikan nasional.
Menurut Nasaruddin, pendidikan pesantren memiliki ciri khas karena proses belajarnya tidak hanya bertumpu pada kemampuan berpikir. Santri juga dibimbing untuk mengembangkan intuisi, melakukan perenungan, serta menjalani pembinaan dan penyucian jiwa. Pendekatan tersebut dipandang membentuk kedalaman spiritual sebagai bagian dari proses memperoleh ilmu.
Ia menaruh harapan pada pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren sebagai langkah memperkuat kelembagaan. Direktorat itu diharapkan memperluas dukungan pemerintah dalam bidang pendidikan, pengembangan kemandirian, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan tersebut, pesantren diharapkan mampu mengembangkan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pengasuh Al Yasini, Nanik Asnawati, menjelaskan pesantren yang berdiri sejak 1940 itu kini membina 4.561 santri. Kemandirian ekonomi dikembangkan melalui koperasi dan berbagai unit usaha produktif yang hasilnya digunakan untuk mendukung pendidikan serta kegiatan sosial. Koperasi Al Yasini saat ini mengelola 19 gerai ritel, memproduksi air minum dalam kemasan sendiri, dan menjalankan KSPPS dengan 10 kantor layanan.
Pengembangan usaha tersebut mengantarkan Koperasi Pesantren Al Yasini meraih peringkat pertama Koperasi Berprestasi Jawa Timur untuk kategori koperasi pesantren mandiri serta juara pertama Santripreneur Nasional bidang perdagangan pada 2026. Dana yang dihimpun disalurkan antara lain untuk beasiswa santri tahfiz dan berprestasi, seragam, fasilitas belajar, pembagian sedikitnya 1.000 paket sembako setiap Ramadan, hewan kurban, serta pembangunan dan perbaikan fasilitas masyarakat.
Al Yasini juga mengelola wakaf uang dan dana abadi berbasis syariah untuk menjaga keberlanjutan pengabdian pesantren. Di bidang lingkungan, pesantren menerapkan konsep eco-pesantren melalui pengelolaan sampah, efisiensi energi, penggunaan tenaga surya, dan pengembangan biogas. Program itu membuat Al Yasini diusulkan memperoleh penghargaan lingkungan hidup dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur. Selain itu, layanan digital dikembangkan untuk meningkatkan pengelolaan pesantren dan membantu orang tua memantau perkembangan santri.
Tag: pesantren, Kementerian Agama, pendidikan, kemandirian ekonomi, Al Yasini