Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Serangan Houthi di Bandara Riyadh Menewaskan 12 Orang

2026-10-11 08:00 WIB · aindari · 👁 376 dibaca

Serangan ketiga dalam sepekan itu menyebabkan ratusan orang terluka, menghentikan sementara operasional bandara, dan memicu pertimbangan Amerika Serikat untuk terlibat dalam respons militer Saudi.

Sedikitnya 12 orang meninggal dan 309 lainnya terluka setelah serangan kelompok Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/9). Otoritas penerbangan sipil Saudi menyebut insiden tersebut sebagai serangan ketiga terhadap bandara di ibu kota dalam satu pekan. Korban tewas terdiri atas empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.

Para korban dibawa ke sejumlah rumah sakit di Riyadh menggunakan ambulans dan helikopter. Sumber yang mengetahui kondisi di lapangan menyebut sebagian korban berada dalam keadaan kritis. Seorang saksi mata melaporkan adanya ledakan dan sejumlah orang terluka di dalam terminal, sementara puluhan ambulans dikerahkan menuju bandara. Penumpang lain mengatakan melihat benda melintas di langit sebelum sebagian plafon dekat gerbang keberangkatan runtuh.

Serangan berlangsung tanpa peringatan sebelumnya. Sistem peringatan ancaman Saudi tidak memberi pemberitahuan sebelum insiden terjadi, sehingga kejadian ini kembali menyoroti celah pertahanan Saudi ketika negara tersebut menjalankan operasi militer terhadap Houthi. Dua serangan sebelumnya di Bandara King Khalid menyebabkan empat kematian dan merusak berat sebuah pesawat komersial Saudi. Serangan terbaru menjadi yang paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari 10 tahun.

Otoritas penerbangan Saudi mengalihkan seluruh penerbangan dari Riyadh dan menghentikan sementara aktivitas bandara yang melayani kota berpenduduk sekitar delapan juta orang itu. Data Flightradar24 menunjukkan penerbangan menuju Riyadh dialihkan atau dibatalkan. Sejumlah maskapai juga telah menunda atau membatalkan layanan menuju ibu kota Saudi setelah serangan pada Kamis dan insiden lain pada awal pekan. Kedutaan Besar Amerika Serikat meminta warga negaranya menjauhi bandara dan kawasan di sekitarnya.

Kepala kantor media Houthi menyatakan melalui X bahwa kelompok tersebut telah membuat bandara Riyadh tidak beroperasi. Sebelumnya, Houthi meminta maskapai menghindari wilayah udara Saudi yang mereka klaim sebagai zona operasi militer, setelah pemerintah Yaman menyerang posisi mereka pada Senin. Koalisi militer yang dipimpin Saudi berjanji memberikan respons, sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington sedang mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi.

Ketegangan kembali meningkat setelah gencatan senjata Saudi-Houthi yang disepakati pada 2022 mulai runtuh pada musim panas. Pemerintah Yaman yang didukung Saudi kemudian melancarkan operasi untuk merebut wilayah yang dikuasai Houthi, kelompok yang mendapat dukungan Iran. Gangguan penerbangan itu terjadi menjelang sejumlah konferensi energi dan investasi besar di Riyadh, tetapi penyelenggara menyatakan acara tetap berlangsung sesuai jadwal. Perkembangan ini berpotensi memperbesar kekhawatiran terhadap keamanan penerbangan dan sentimen pasar di kawasan, tanpa menjadi penentu tunggal pergerakan ekonomi atau kurs.

Tag: Houthi, Arab Saudi, Bandara Riyadh, Yaman, Konflik Timur Tengah