Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Tanker Terbakar di Selat Hormuz Setelah Terkena Proyektil

2026-10-11 13:00 WIB · aindari · 👁 464 dibaca

Insiden terjadi saat kapal bergerak meninggalkan selat, sementara keselamatan awak terjamin dan penyebab serangan masih diselidiki.

Sebuah kapal tanker terbakar di Selat Hormuz setelah benda yang belum teridentifikasi menghantam bagian kiri kapal. Informasi itu disampaikan Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Minggu berdasarkan laporan kapten kapal. Saat kejadian, tanker tersebut sedang berlayar ke luar dari jalur perairan strategis itu.

Benturan tersebut memicu kebakaran di atas kapal. Seluruh anggota awak dilaporkan selamat, tetapi belum ada keterangan mengenai tingkat kerusakan kapal maupun kemungkinan pencemaran atau dampak lain terhadap lingkungan. Otoritas terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal proyektil dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan insiden.

UKMTO meminta kapal-kapal yang berada di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kewaspadaan. Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai jenis kapal tanker yang terdampak, jumlah minyak yang dibawanya, ataupun lokasi pasti kejadian di dalam selat.

Peristiwa itu berlangsung beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa sebuah supertanker minyak mengalami ledakan setelah menabrak ranjau laut. Menurut IRGC, kapal tersebut sedang mencoba meninggalkan Selat Hormuz melalui jalur selatan yang tidak diizinkan. Kapal itu disebut mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak.

IRGC juga menuduh supertanker tersebut mematikan sistem navigasinya sebelum memasuki jalur alternatif. Ledakan yang terjadi ketika kapal berusaha keluar dari selat disebut dapat terlihat dari kawasan pesisir. Belum ada keterangan dalam materi tersebut yang memastikan apakah supertanker yang disebut IRGC merupakan kapal yang sama dengan tanker yang dilaporkan UKMTO terbakar.

Iran pada 12 Juli kembali menyatakan penutupan Selat Hormuz setelah Amerika Serikat melanjutkan serangan pada 8 Juli. Teheran mengancam akan menargetkan kapal yang melintasi rute di luar jalur yang ditetapkan otoritas Iran atau memasuki selat tanpa izin. Perkembangan ini berpotensi meningkatkan risiko pelayaran serta memengaruhi sentimen terhadap pasokan energi dan komoditas global, karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi lalu lintas tersebut.

Ketegangan berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran menyatakan konflik itu menewaskan lebih dari 3.000 orang, sementara serangan balasan Iran menewaskan warga Amerika dan Israel sebelum gencatan senjata tercapai pada April. Amerika Serikat kemudian kembali menyerang sejumlah lokasi di Iran ketika perundingan dengan Teheran terhenti. Kedua pihak sebelumnya menandatangani kesepakatan kerangka kerja pada Juni, tetapi pembicaraan tetap buntu, antara lain karena perbedaan pandangan mengenai pelayaran di jalur strategis tersebut.

Tag: Selat Hormuz, kapal tanker, Iran, UKMTO, keamanan pelayaran