IRGC Sebut Supertanker Meledak Setelah Masuk Rute Terlarang di Hormuz
2026-10-11 13:31 WIB · aindari · 👁 351 dibaca

Iran menyatakan kapal pengangkut minyak mentah terbakar setelah menghantam ranjau laut saat mencoba meninggalkan Selat Hormuz melalui jalur tidak resmi.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan sebuah supertanker mengalami ledakan besar setelah memasuki rute yang dinilai ilegal di Selat Hormuz. Kapal pengangkut minyak mentah itu disebut terbakar usai menabrak ranjau laut ketika berusaha keluar dari kawasan tersebut melalui jalur yang tidak ditetapkan.
Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (10/10) melalui Sepah News, media resmi IRGC. Menurut laporan tersebut, sistem navigasi dan GPS kapal dalam kondisi tidak aktif saat insiden berlangsung. IRGC menyebut rute yang dilalui kapal sebagai jalur berisiko tinggi.
Militer Iran memperingatkan kapal tanker lain agar mematuhi ketentuan pelayaran yang diberlakukan Teheran. IRGC menyatakan kapal yang berupaya mengabaikan aturan dan menggunakan jalur tidak resmi dapat menghadapi tindakan serupa. Peringatan itu juga mencakup kapal yang melintasi rute tersebut di luar wilayah Selat Hormuz.
Sehari sebelumnya, pada Jumat (9/10), AL IRGC mengumumkan insiden lain yang melibatkan kapal besar pengangkut gas minyak cair atau LPG. Kapal yang diidentifikasi sebagai NV Sunshine itu disebut berusaha melewati bagian selatan Selat Hormuz melalui jalur ilegal. IRGC melaporkan ruang mesin dan sistem propulsinya terbakar dalam kejadian tersebut.
AL IRGC menuding militer Amerika Serikat bertanggung jawab atas insiden semacam itu serta meningkatnya ketegangan maritim di kawasan. Pernyataan tersebut tidak memuat keterangan terpisah mengenai kondisi awak kapal, tingkat kerusakan, maupun kemungkinan korban dari dua peristiwa yang diumumkan Iran.
Iran memperketat pengawasan atas Selat Hormuz sejak 28 Februari. Langkah itu mencakup penutupan jalur aman bagi kapal yang dimiliki Israel atau Amerika Serikat, maupun kapal yang memiliki keterkaitan dengan kedua negara tersebut. Kebijakan itu diberlakukan setelah serangan gabungan terhadap wilayah Iran.
Rangkaian pernyataan IRGC menambah perhatian terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis bagi lalu lintas energi. Jika ketegangan berlanjut dan pembatasan pelayaran meluas, risiko gangguan terhadap arus kapal tanker dapat meningkat serta memengaruhi sentimen pasar energi dan mata uang, meski dampaknya belum dapat dipastikan hanya dari laporan insiden ini.
Tag: Iran, Selat Hormuz, IRGC, Keamanan maritim, Minyak mentah