Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Delapan Orangutan Terdampak Karhutla Dipindahkan ke Hutan Lindung Batu Nyambu

2026-10-11 17:03 WIB · aindari · 👁 401 dibaca

BKSDA Kalimantan Barat dan YIARI menempatkan delapan orangutan korban kebakaran hutan dan lahan di habitat baru yang dinilai memiliki daya dukung ekologis.

Sebanyak delapan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dipindahkan ke Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 9 Oktober 2026. Translokasi ini menjadi pemindahan pertama bagi orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuju kawasan yang dianggap sesuai serta relatif lebih aman dari ancaman kebakaran.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan seluruh satwa tersebut kehilangan habitat akibat karhutla. Api mengurangi tutupan hutan, memutus konektivitas antarkawasan, dan menyebabkan orangutan terisolasi di area perkebunan dengan ruang hidup serta sumber pakan yang terbatas. Situasi itu meningkatkan peluang konflik dengan manusia dan membahayakan keberlangsungan satwa yang dilindungi.

Delapan orangutan itu terdiri atas tiga pasangan induk dan anak serta dua jantan remaja. Mama Man dan anaknya, Man, dievakuasi dari Desa Tempurukan, Kabupaten Ketapang, pada 3 September 2026. Keduanya ditemukan bertahan di perkebunan warga yang berada di dekat kawasan hutan dan terancam kebakaran.

Dari Desa Pemangkat, Kabupaten Kayong Utara, BKSDA dan mitranya menyelamatkan Mama Nopi bersama anaknya, Nopi, serta dua jantan remaja bernama Naufal dan Nopan pada 4 September 2026. Sementara itu, Mama Lifa dan anaknya, Lifa, dievakuasi pada 18 September 2026 dari perkebunan kelapa sawit di Desa Pelang, Ketapang.

Sebelum menjalani translokasi, kedelapan orangutan tersebut diperiksa dan mendapat perawatan medis sesuai kebutuhan di Pusat Rehabilitasi Orangutan milik Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) di Sungai Awan, Ketapang. Hasil observasi menunjukkan mereka dalam kondisi sehat dan masih memperlihatkan perilaku alami sebagai satwa liar.

Direktur Operasional YIARI Argitoeranting menyebut Batu Nyambu dipilih melalui kajian mengenai kesesuaian habitat dan kapasitas ekologis kawasan. Hutan lindung itu memiliki luas sekitar 23.000 hektare, dengan tutupan hutan primer dan sekunder, sumber air, tumbuhan pakan, serta pepohonan yang dapat digunakan orangutan untuk membuat sarang. Kawasan tersebut juga dilaporkan belum pernah terbakar dan masih relatif aman di tengah situasi karhutla.

CEO YIARI Karmele Llano Sánchez menilai pemindahan ini membuka peluang bagi orangutan untuk kembali menjalani kehidupan bebas di habitat alami. Penempatan di kawasan baru menjadi langkah penyelamatan setelah kebakaran menghilangkan tempat hidup dan mempersempit pilihan satwa untuk bertahan di alam.

Tag: orangutan, karhutla, BKSDA Kalbar, Hutan Lindung Batu Nyambu, konservasi