Iran Nilai Respons AS Belum Cukup untuk Membuka Jalan Negosiasi
2026-10-12 04:31 WIB · aindari

Teheran menyebut sejumlah syaratnya telah diterima Washington, tetapi masih ada isu yang belum jelas dan pembicaraan belum dapat dilanjutkan.
Iran menilai tanggapan Amerika Serikat terhadap tujuh syarat yang diajukan Teheran belum memadai untuk memulai kembali perundingan. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan Washington memang menerima sebagian persyaratan, tetapi masih menyisakan sejumlah persoalan yang belum dijelaskan.
Menurut Rezaei, Iran kini menunggu klarifikasi dari pihak Amerika Serikat sebelum menentukan langkah berikutnya. Teheran ingin memastikan apakah Washington mampu menghapus berbagai ketidakjelasan tersebut sehingga tahapan lanjutan dapat dimulai. Untuk saat ini, Iran belum memberikan jawaban atas respons Amerika Serikat karena menganggap isinya belum mencukupi.
Dalam beberapa bulan terakhir, Washington disebut berulang kali berupaya menghubungi Teheran melalui mediator untuk menghidupkan kembali kontak diplomatik. Selama dua bulan terakhir, proposal Amerika Serikat disampaikan melalui tiga jalur, yakni Pakistan, Qatar, dan Irak. Washington juga meminta Iran menyampaikan usulannya sendiri.
Iran kemudian menyerahkan tujuh syarat kepada Amerika Serikat. Rezaei menegaskan bahwa apabila seluruh syarat tersebut tidak dipenuhi, Teheran tidak akan membuka Selat Hormuz bagi Amerika Serikat dan tidak akan melakukan perundingan. Pernyataan itu menempatkan isu akses terhadap jalur pelayaran strategis tersebut sebagai bagian dari posisi Iran dalam pembicaraan diplomatik.
Teheran juga menyatakan telah mengubah pendekatan diplomasinya dan tidak akan kembali pada pola negosiasi sebelumnya. Rezaei mengatakan Iran pernah menjalani tiga putaran perundingan, tetapi masing-masing berakhir setelah Amerika Serikat menghentikan proses tersebut dan melancarkan serangan terhadap Iran. Karena pengalaman itu, Iran menolak kembali ke format lama.
Ketegangan kedua negara berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Pada Juni, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman yang memuat rencana gencatan senjata segera di semua front, termasuk Lebanon. Namun, Amerika Serikat kembali melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran pada malam 8 Juli setelah menuduh Teheran melanggar kesepakatan yang ada terkait Selat Hormuz.
Setelah itu, pemerintahan Amerika Serikat mengisyaratkan penghentian penggunaan kekuatan militer terhadap Iran dan beralih pada tekanan ekonomi melalui sanksi yang lebih ketat. Meski demikian, Presiden Donald Trump pada 10 Oktober menyatakan masih membuka kemungkinan dilakukannya serangan lanjutan terhadap Iran. Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen terhadap stabilitas kawasan dan jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz.
Tag: Iran, Amerika Serikat, negosiasi, Selat Hormuz, diplomasi