Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Houthi Klaim Serangan ke Fasilitas Aramco dan Dua Bandara Saudi

2026-10-12 04:31 WIB · aindari · 👁 752 dibaca

Ansar Allah menyatakan telah melancarkan empat operasi rudal dan drone terhadap sasaran energi, bandara, serta posisi pasukan Saudi Arabia.

Kelompok Houthi dari gerakan Ansar Allah di Yaman mengklaim melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas energi, bandara, dan posisi pasukan Saudi Arabia. Pernyataan itu disampaikan juru bicara kelompok tersebut, Yahya Saria, pada 11 Oktober dari Doha. Ia menyebut operasi berlangsung dalam 24 jam terakhir dengan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.

Menurut Saria, salah satu sasaran berada di fasilitas pengolahan gas milik Saudi Aramco di Shedgum, wilayah timur Saudi Arabia. Serangan lain disebut menyasar fasilitas minyak di Tanajib. Houthi menyatakan serangan terhadap kedua lokasi itu memicu kebakaran, tetapi tidak memberikan rincian mengenai tingkat kerusakan atau jumlah korban di fasilitas energi tersebut.

Dua bandara juga disebut menjadi target, yakni King Khalid International Airport di Riyadh dan King Fahd International Airport di Dammam. Saria menyatakan aktivitas navigasi di kedua bandara dihentikan dan bandara Riyadh ditutup sepenuhnya. Klaim tersebut belum disertai keterangan lebih lanjut mengenai durasi gangguan maupun dampaknya terhadap penerbangan.

Houthi turut mengaku menyerang area penempatan pasukan Saudi di Ras al-Ara dan al-Suqya. Menurut Saria, enam rudal balistik digunakan dalam serangan itu dan menyebabkan puluhan orang tewas atau terluka. Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihak Houthi dan tidak disertai rincian independen mengenai korban.

Saria mengatakan rangkaian serangan itu merupakan tanggapan atas 124 serangan udara koalisi pimpinan Saudi terhadap Yaman dalam sehari terakhir. Hubungan antara kedua pihak tetap diwarnai aksi militer dan saling tuding, sehingga klaim mengenai sasaran serta dampak serangan belum sepenuhnya dapat diverifikasi dari informasi yang tersedia.

Dari pihak Saudi, juru bicara koalisi, Turki al-Maliki, sebelumnya menyatakan sebuah proyektil yang belum teridentifikasi menghantam terminal penumpang Bandara Internasional Riyadh dan menimbulkan kebakaran. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi menyebut serangan pada 10 Oktober itu menyebabkan 12 orang meninggal dan 309 lainnya terluka. Pada hari yang sama, Houthi kembali meminta maskapai internasional dan penumpang tidak menggunakan bandara-bandara Saudi karena menyatakan fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan.

Tag: Houthi, Saudi Arabia, Saudi Aramco, Yaman, Bandara Riyadh