IRGC Laporkan Tanker Minyak Meledak Setelah Menabrak Ranjau di Hormuz
2026-10-12 14:31 WIB · aindari · 👁 705 dibaca

Angkatan Laut IRGC menyatakan sebuah supertanker mengalami ledakan di ruang mesin setelah menghantam ranjau ketika melintasi Selat Hormuz tanpa mengaktifkan sistem navigasinya.
Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan mengalami ledakan di ruang mesin setelah menabrak ranjau laut di Selat Hormuz. Informasi itu disampaikan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu (11/10), tanpa menjelaskan identitas kapal maupun kondisi awaknya.
Menurut pernyataan IRGC, kapal tersebut merupakan supertanker dengan kapasitas angkut sekitar 2 juta barel minyak. Kapal sedang berusaha melewati selat ketika sistem navigasinya dalam keadaan tidak aktif. Insiden itu disebut terjadi di jalur perairan yang dinyatakan terlarang oleh otoritas Iran.
IRGC menyebut kapal tanker tersebut sebagai kapal ketiga yang menabrak ranjau laut di sepanjang jalur terlarang Selat Hormuz sejak Sabtu. Namun, pernyataan itu tidak mengungkap nama kapal, negara asal, ataupun bendera yang digunakan. Tidak ada pula keterangan lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan akibat ledakan.
Angkatan Laut IRGC kembali memperingatkan kapal yang mematikan perangkat navigasi ketika melintasi selat dapat dianggap sebagai kapal musuh. Peringatan itu muncul setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada akhir Agustus menyatakan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz telah kembali dibuka, menyusul operasi pasukan AS untuk menyingkirkan ranjau laut Iran.
Ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut meningkat sejak Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada 12 Juli. Keputusan itu diambil setelah serangan AS kembali berlangsung pada 8 Juli. Iran juga menyatakan kapal yang menggunakan rute di luar jalur yang ditentukan atau melintas tanpa izin dapat menjadi sasaran.
Krisis tersebut berkaitan dengan konflik yang dimulai ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan itu, sekaligus membuat pelayaran di Selat Hormuz praktis terhenti. Amerika Serikat selanjutnya memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pada Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di selat tersebut. Pelaksanaannya belum berjalan karena kedua pihak masih berbeda pandangan mengenai pengaturan keamanan di jalur perairan itu. Insiden terbaru berpotensi memperbesar kekhawatiran atas keselamatan pelayaran dan menambah tekanan terhadap lalu lintas energi melalui Selat Hormuz.
Tag: Selat Hormuz, IRGC, kapal tanker, ranjau laut, Iran