Kemkomdigi Ingatkan Warga Teliti Menilai Tawaran Kerja di Luar Negeri
2026-10-12 17:02 WIB · aindari · 👁 829 dibaca

Tawaran pekerjaan dengan gaji jauh di atas kewajaran dinilai berisiko menjadi pintu penipuan, eksploitasi, atau pelanggaran hukum.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta masyarakat Indonesia lebih waspada terhadap promosi pekerjaan di luar negeri yang menawarkan penghasilan tidak masuk akal. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah warga terjebak kejahatan maupun persoalan hukum akibat informasi lowongan yang beredar di ruang digital.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Mediodecci Lustarini mengatakan pencari kerja perlu mencermati tawaran yang terlihat terlalu menguntungkan. Menurut dia, sejumlah penipuan menggunakan pekerjaan di luar negeri sebagai kedok dan disebarkan melalui berbagai platform daring.
Salah satu contoh yang menjadi perhatian publik adalah promosi pekerjaan sebagai tentara bayaran di Rusia pada September 2026. Pemerintah Indonesia menyelidiki kemungkinan adanya penipuan dan eksploitasi yang berkaitan dengan tawaran tersebut. Warga juga diminta memastikan bahwa pekerjaan yang ditawarkan tidak bertentangan dengan hukum atau menimbulkan konsekuensi hukum bagi mereka.
Kemordigi mendorong pencari kerja memeriksa asal-usul dan keabsahan informasi melalui sumber resmi sebelum mengambil keputusan. Pemeriksaan itu penting dilakukan terhadap pihak yang menawarkan pekerjaan, jenis pekerjaan, serta aturan yang berlaku di negara tujuan. Tawaran dengan gaji besar tidak dapat menjadi dasar tunggal untuk menilai bahwa sebuah lowongan benar-benar aman.
Masyarakat yang menemukan konten digital berisi tawaran lowongan mencurigakan dapat menyampaikan laporan melalui aduankonten.id. Pengaduan tersebut akan ditindaklanjuti. Dalam penanganannya, Kemkomdigi bekerja sama dengan sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri, untuk menangani penyebaran informasi mengenai penipuan berkedok rekrutmen kerja.
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarusia Jose Antonio Morato Tavares sebelumnya menyampaikan bahwa KBRI Moskow menerima puluhan telepon dari warga Indonesia yang mencurigai kerabat mereka menjadi tentara bayaran di Rusia. Kedutaan menginventarisasi dan memeriksa setiap laporan, meskipun pembuktian sering terkendala keterbatasan informasi. KBRI Moskow juga telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Rusia dan instansi terkait untuk memverifikasi laporan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya puluhan warga Indonesia yang mendaftar melalui agen perekrutan di media sosial dengan iming-iming bayaran besar.
Tag: Kemkomdigi, lowongan kerja luar negeri, penipuan digital, tentara bayaran, aduankonten.id