Panduan Perilaku Penumpang agar Penerbangan Tetap Aman dan Nyaman
2026-10-12 17:05 WIB · aindari · 👁 570 dibaca

Penumpang perlu mematuhi arahan awak kabin, mengenakan sabuk pengaman, menyimpan barang dengan benar, serta menghormati kenyamanan orang lain selama penerbangan.
Pesawat menyediakan perjalanan yang cepat, tetapi keselamatan penerbangan juga bergantung pada perilaku penumpang. Kebiasaan yang tampak sepele, seperti mengabaikan arahan awak kabin atau melepas sabuk pengaman, dapat meningkatkan risiko bagi diri sendiri dan penumpang lain. Karena itu, setiap penumpang perlu mengikuti prosedur keselamatan sejak sebelum pesawat lepas landas hingga tiba di area parkir.
Awak kabin memiliki tanggung jawab keselamatan, bukan hanya melayani makanan dan minuman. Penumpang perlu memperhatikan pengarahan keselamatan, membaca kartu keselamatan di kursi, serta mematuhi instruksi untuk duduk kembali, memasang sabuk pengaman, menyimpan meja, atau merapikan barang bawaan. Sabuk pengaman sebaiknya tetap terpasang selama duduk, meskipun lampu tanda penggunaannya telah padam. FAA menyarankan sabuk dipasang rendah dan cukup erat di bagian pinggul karena turbulensi dapat muncul mendadak dan membuat penumpang terlempar atau cedera.
Ketika tanda sabuk pengaman menyala, penumpang sebaiknya tetap berada di kursi. Penumpang yang sedang berada di toilet atau area lain perlu mengikuti arahan awak kabin dan kembali jika situasinya memungkinkan. Saat turbulensi berlangsung, jangan berdiri untuk mengambil barang atau pergi ke toilet. Jika sedang berada di lorong, ikuti instruksi awak kabin dan hindari bergerak secara terburu-buru.
Merokok dan menggunakan vape di pesawat dilarang secara luas. Perangkat vape harus dibawa di kabin, bukan bagasi tercatat, serta dilindungi agar tidak aktif tanpa sengaja. Baterainya dapat mengalami panas berlebih dan menimbulkan risiko kebakaran. Penumpang juga tidak boleh menggunakan vape secara diam-diam di toilet atau merusak detektor asap. Power bank dan baterai lithium cadangan pada umumnya harus dibawa ke kabin. Baterai berkapasitas 101 hingga 160 Wh memerlukan persetujuan maskapai, sedangkan kapasitas di atas 160 Wh tidak diperbolehkan di pesawat penumpang. Ketentuan maskapai dapat lebih ketat.
Penggunaan ponsel, tablet, laptop, kamera, dan perangkat elektronik lain tetap mengikuti aturan maskapai serta awak kabin. Mode pesawat atau penonaktifan koneksi seluler dapat diwajibkan, sementara Wi-Fi hanya boleh digunakan sesuai ketentuan penerbangan. Barang harus disimpan di kompartemen atas atau di bawah kursi depan jika diperbolehkan, bukan di lorong atau dekat pintu darurat. Setelah mendarat, penumpang perlu menunggu pesawat aman dan mendapat arahan sebelum membuka kompartemen bagasi. Selama perjalanan, hindari suara keras, aroma menyengat, penggunaan ponsel tanpa earphone, mengambil ruang orang lain, atau terus menekan kursi di depan. Toilet juga sebaiknya tidak dimasuki ketika tanda sabuk pengaman menyala.
Tag: keselamatan penerbangan, aturan penumpang, sabuk pengaman, bagasi kabin, turbulensi