Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Bintitan pada Mata: Kenali Pemicu, Tanda Bahaya, dan Perawatannya

2026-10-12 17:06 WIB · aindari · 👁 744 dibaca

Bintitan umumnya berasal dari infeksi bakteri pada area kelopak mata dan dapat ditangani dengan perawatan sederhana, tetapi gejala berat memerlukan pemeriksaan medis.

Bintitan atau hordeolum adalah benjolan meradang yang muncul di sekitar tepi kelopak mata. Bentuknya sering menyerupai jerawat kecil, berwarna merah, dan dapat terasa sakit. Gangguan ini biasanya tidak berlangsung lama karena banyak kasus membaik sendiri dalam beberapa hari hingga sekitar satu minggu. Meski demikian, pembengkakan yang memburuk, nyeri yang meningkat, atau gangguan penglihatan perlu mendapat perhatian.

Pemicu utama bintitan ialah infeksi bakteri, terutama Staphylococcus, pada kelenjar minyak atau folikel rambut di sekitar bulu mata. Kelenjar tersebut menghasilkan minyak untuk membantu menjaga kelembapan mata. Sumbatan yang kemudian terinfeksi dapat menimbulkan benjolan di bagian luar maupun sisi dalam kelopak. Kebiasaan menyentuh mata dengan tangan yang belum bersih, terlalu sering menggosok mata, serta memakai kosmetik mata yang sudah kedaluwarsa dapat meningkatkan risikonya.

Risiko juga bertambah ketika lensa kontak digunakan tanpa kebersihan tangan dan perlengkapan yang memadai. Orang dengan blefaritis, yaitu peradangan kronis pada tepi kelopak, lebih mudah mengalami bintitan berulang. Karena itu, mencuci tangan sebelum menyentuh mata dan menjaga kebersihan area kelopak menjadi langkah pencegahan penting.

Tanda bintitan meliputi benjolan merah yang nyeri saat disentuh, kelopak membengkak dan memerah, rasa perih, mata berair, serta peningkatan sensitivitas pada kelopak. Pada sebagian kasus, terdapat titik putih atau kekuningan yang berisi nanah. Kerak di sekitar bulu mata juga dapat muncul. Bintitan biasanya tidak langsung mengubah penglihatan, tetapi pandangan kabur, rasa sakit yang berat, atau pembengkakan yang menyebar dapat menandakan perlunya pemeriksaan lebih lanjut.

Bintitan ringan dapat dirawat dengan kompres hangat. Kain bersih yang dibasahi air hangat dan diperas dapat ditempelkan pada mata terpejam selama 5–10 menit, sekitar tiga atau empat kali sehari. Air tidak boleh terlalu panas. Kelopak mata perlu dibersihkan secara lembut setelah tangan dicuci, tanpa menggosoknya keras. Penggunaan maskara, eyeliner, kosmetik mata lain, dan lensa kontak sebaiknya dihentikan sementara sampai kondisi pulih.

Benjolan tidak boleh dipencet atau ditusuk karena tindakan itu dapat menyebarkan infeksi dan memperparah peradangan. Pertolongan medis diperlukan bila bintitan sangat nyeri, membesar, kemerahan meluas ke kelopak atau pipi, penglihatan terganggu, atau belum mulai membaik setelah sekitar 48 jam. Dokter dapat mempertimbangkan antibiotik bila ada indikasi infeksi bakteri, atau melakukan tindakan untuk mengeluarkan isi benjolan yang menetap. Obat tetes atau salep mata antibiotik sebaiknya tidak digunakan tanpa anjuran tenaga medis.

Tag: bintitan, kesehatan mata, hordeolum, infeksi bakteri, perawatan mata