Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Delapan Kebiasaan yang Bisa Membuat Laptop Melambat

2026-10-12 17:08 WIB · aindari · 👁 819 dibaca

Kinerja laptop dapat menurun karena beban aplikasi, penyimpanan yang menipis, suhu tinggi, pembaruan yang tertunda, hingga perangkat keras yang tak lagi memadai.

Laptop yang semula responsif dapat terasa lambat setelah dipakai dalam waktu lama. Gejalanya antara lain aplikasi lebih lama terbuka, browser tersendat, dan perpindahan antarkendela tidak lagi lancar. Kondisi ini tidak selalu menandakan kerusakan. Microsoft menyebut ruang penyimpanan terbatas, aplikasi startup yang berlebihan, perangkat lunak usang, serta perangkat keras yang sudah tertinggal sebagai sejumlah penyebab komputer Windows berjalan lambat.

Beban kerja yang terlalu besar menjadi salah satu pemicu utama. Menjalankan browser dengan banyak tab bersama aplikasi dokumen, pemutar musik, perangkat rapat daring, atau software editing dapat menghabiskan RAM dan kapasitas prosesor, terutama pada laptop dengan spesifikasi terbatas. Menutup program dan tab yang tidak lagi dipakai dapat mengurangi penggunaan sumber daya.

Waktu booting yang panjang juga bisa berasal dari daftar startup yang terlalu ramai. Sebagian aplikasi otomatis aktif setelah laptop menyala, tetapi tidak semuanya diperlukan. Pengguna Windows dapat meninjau dan menonaktifkan aplikasi yang tidak penting melalui Settings > Apps > Startup atau Task Manager. Proses yang tetap berjalan setelah jendela aplikasi ditutup juga perlu diperiksa. Layanan sinkronisasi, pembaruan, dan cloud dapat memakai CPU, RAM, atau penyimpanan di latar belakang. Task Manager membantu menunjukkan proses yang paling banyak menggunakan sumber daya.

Ruang penyimpanan yang hampir penuh turut menekan kinerja. Foto, video, dokumen, unduhan, aplikasi, dan data sementara yang menumpuk dapat mengurangi ruang kosong pada drive. Pemeriksaan rutin dan penghapusan file yang tidak diperlukan dapat membantu. Pengguna Mac dapat memakai menu Storage di pengaturan sistem untuk melihat kategori file yang paling banyak memakan kapasitas.

Aplikasi yang tidak pernah digunakan sebaiknya dihapus karena dapat memenuhi penyimpanan dan menjalankan aktivitas tertentu di belakang layar. Namun, program sistem atau aplikasi yang tidak dikenal tidak boleh langsung di-uninstall sebelum fungsinya dipastikan. Pembaruan sistem, driver, dan aplikasi juga perlu diperiksa. Update dapat membawa perbaikan bug, keamanan, serta performa, bukan hanya fitur baru.

Suhu tinggi dapat membuat sistem menurunkan performa untuk mengendalikan panas. Risiko ini meningkat saat laptop digunakan untuk bermain gim, mengedit video, atau menjalankan banyak aplikasi, terutama jika diletakkan di kasur atau bantal yang menutup ventilasi. Gunakan permukaan keras dan datar. Jika laptop terus panas atau kipas berputar kencang tanpa beban berat, lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Apabila langkah optimasi tidak cukup, laptop lama dengan perangkat keras yang tak lagi memenuhi kebutuhan software dan sistem operasi mungkin memerlukan peningkatan komponen.

Tag: laptop lemot, performa komputer, Windows, penyimpanan, startup aplikasi