Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Wagub Papua Tengah Dorong Perdamaian dan Persatuan Warga Mimika

2026-10-13 06:03 WIB · aindari · 👁 697 dibaca

Deinas Geley meminta konflik antarkelompok di Mimika dihentikan agar tidak menghambat pembangunan, sekaligus mengajak generasi muda menjauhi miras dan perilaku seksual berisiko.

Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley meminta konflik antarkelompok di Kabupaten Mimika tidak kembali pecah. Ia menyampaikan seruan itu dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-30 Kabupaten Mimika di Timika, Senin, dengan menekankan bahwa pertikaian antarwarga dapat menghambat pembangunan dan kemajuan daerah.

Menurut Deinas, perselisihan yang berlangsung di Mimika tidak semestinya dipandang sebagai perang antarsuku, melainkan pertikaian di antara sesama warga. Karena itu, ia mengajak masyarakat, terutama orang asli Papua yang tinggal di Mimika, menghentikan keterlibatan dalam konflik dan memperkuat persatuan.

Seruan tersebut disampaikan setelah konflik antara kelompok Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama berlangsung sejak Oktober 2025. Upaya penyelesaian sebelumnya dilakukan melalui mediasi kepolisian pada bulan yang sama dan perdamaian adat pada 12 Januari 2026. Namun, pertikaian kembali terjadi sebelum kedua kelompok mencapai kesepakatan baru pada 24 Juni 2026.

Perdamaian terakhir berlangsung di Kampung Amole melalui ritual adat patah panah dan panah babi. Berdasarkan laporan media setempat saat prosesi itu, konflik yang berlangsung sekitar delapan bulan menyebabkan sedikitnya 17 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka. Pada Juli 2026, kepolisian menyatakan kondisi keamanan di Kwamki Narama berangsur kondusif setelah kesepakatan damai tersebut.

Deinas juga mengingatkan bahwa perbedaan suku dan asal daerah tidak boleh menghalangi warga untuk hidup berdampingan. Ia menilai seluruh masyarakat yang menetap di Mimika memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun daerah, dengan dukungan bupati dan wakil bupati, TNI-Polri, DPRK, serta pemerintah daerah. Kepemimpinan daerah itu, kata dia, dipilih masyarakat dengan harapan mampu membawa perubahan dan kemajuan.

Dalam peringatan yang sama, Deinas meminta generasi muda menjauhi minuman keras karena konsumsi berlebihan dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan. Ia juga mengajak mereka menghindari perilaku seksual berisiko untuk menekan penularan HIV/AIDS. Data Dinas Kesehatan Mimika mencatat 199 kasus baru HIV/AIDS ditemukan pada Januari-Juni 2026 dari pemeriksaan masyarakat, termasuk 134 kasus pada kelompok usia 15-34 tahun. Sepanjang 2025, tercatat 489 kasus baru dari 59.737 orang yang diperiksa. Deinas berharap momentum tiga dekade Mimika memperkuat persatuan, melindungi generasi muda, dan menjaga situasi tetap kondusif bagi pembangunan.

Tag: Mimika, Papua Tengah, konflik antarkelompok, HIV/AIDS, generasi muda