Pemerintah Kerahkan 60.177 Personel untuk Menangani Karhutla di Enam Provinsi
2026-10-13 06:03 WIB · aindari · 👁 453 dibaca

Operasi pemadaman dipusatkan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, sementara dukungan udara serta modifikasi cuaca terus diperkuat.
Pemerintah mengerahkan 60.177 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Operasi darat tersebut melibatkan pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, serta relawan. Penanganan diprioritaskan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan perkembangan itu setelah mengikuti rapat terbatas mengenai karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin malam, 12 Oktober. Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan mengenai kondisi kebakaran dan langkah penanggulangannya di berbagai daerah.
Menurut laporan yang dibahas, proses pemadaman masih berlangsung pada area dengan total luas 639 hektare yang tersebar di enam provinsi. Wilayah terdampak terutama berada di kawasan Kalimantan dan Sumatera. Dari dua wilayah yang menjadi perhatian utama, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masih membutuhkan penguatan operasi darat.
Teddy menyebut efektivitas pemadaman melalui operasi darat mencapai rata-rata lebih dari 80 persen terhadap luas lahan yang terbakar setiap hari. Pemerintah juga menjalankan penanganan dari udara menggunakan metode water bombing dengan dukungan helikopter dan pesawat. Operasi tersebut ditujukan untuk mempercepat pemadaman di sejumlah lokasi.
Perkembangan penanganan dinilai lebih baik di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan. Pemerintah tetap mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Dalam rapat tersebut, Presiden meminta seluruh upaya penanganan terus diperkuat. Sumber daya yang tersedia diarahkan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas. Rapat diikuti sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Teddy. Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko juga hadir. Melalui konferensi video, Kepala BNPB, sejumlah Pangdam, Kapolda, dan gubernur dari daerah terdampak turut mengikuti rapat.
Tag: karhutla, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, pemadaman, Operasi Modifikasi Cuaca