Konsumsi dan Investasi Teknologi Menopang Pemulihan Ekonomi Tiongkok
2026-10-13 06:05 WIB · aindari · 👁 872 dibaca

Data frekuensi tinggi menunjukkan penguatan konsumsi, perdagangan, pembiayaan, dan investasi sektor teknologi Tiongkok pada kuartal III 2026.
Perekonomian Tiongkok menunjukkan perbaikan pada kuartal III 2026. Data frekuensi tinggi yang dirilis Pusat Informasi Negara di bawah Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional pada Minggu (11/10) mencatat penguatan di sejumlah sumber pertumbuhan, terutama konsumsi, perdagangan, serta investasi.
Pemulihan konsumsi terlihat dari pembayaran luring yang meningkat 2,6 persen secara tahunan pada kuartal tersebut. Laju itu lebih cepat 0,7 poin persentase dibandingkan kuartal II 2026. Pada September, pembayaran luring tumbuh 3,1 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, atau meningkat 0,5 poin persentase dari Agustus. Pertumbuhan tersebut berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.
Aktivitas perdagangan melalui pelabuhan juga memperlihatkan perkembangan berbeda pada arus keberangkatan dan kedatangan kapal kargo. Bobot muatan yang diangkut kapal yang berangkat dari pelabuhan-pelabuhan utama Tiongkok naik 43,1 persen secara tahunan pada kuartal III. Sementara itu, bobot muatan kapal yang tiba di pelabuhan meningkat 0,3 persen.
Dari sisi pembiayaan, penerbitan obligasi khusus baru pada September melonjak 50,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan itu meningkat 43,6 poin persentase dibandingkan Agustus. Pada saat yang sama, nilai kontrak proyek infrastruktur baru, termasuk yang berkaitan dengan daya komputasi, data, dan jaringan, bertambah 34,2 persen pada kuartal III dan 50,4 persen pada September.
Investasi pada sektor-sektor frontier turut menjadi penopang. Penanaman modal di bidang kecerdasan buatan dan robot humanoid meningkat 184,1 persen secara tahunan sepanjang kuartal III. Pada September, pertumbuhannya mencapai 198,7 persen. Wei Ying dari Pusat Informasi Negara menilai investasi tersebut mendukung pertumbuhan saat ini sekaligus memperkuat pengembangan kekuatan produktif berkualitas baru.
Penguatan itu berlangsung ketika Tiongkok menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,5 hingga 5 persen pada 2026 dan menyatakan akan berupaya mencatat hasil yang lebih baik. Pada semester pertama, produk domestik bruto tumbuh 4,7 persen secara tahunan. Indikator aktivitas usaha juga membaik pada September, dengan PMI manufaktur berada di level 50,1 dan indeks aktivitas bisnis nonmanufaktur mencapai 50,2. Kedua angka tersebut menunjukkan manufaktur kembali memasuki zona ekspansi, sementara sektor nonmanufaktur mengalami pemulihan signifikan.
Tag: Ekonomi Tiongkok, Konsumsi, Investasi teknologi, Perdagangan, PMI