Bengkalis Siapkan Cabai Lokal untuk Menjaga Pasokan Akhir 2026
2026-10-13 17:04 WIB · aindari · 👁 449 dibaca

Sebanyak 100.000 benih cabai disemai melalui program pemerintah dan kegiatan kelompok tani untuk mendukung ketersediaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2027.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, menyiapkan pasokan cabai melalui penyemaian 100.000 benih. Langkah ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan komoditas sekaligus mengantisipasi kenaikan harga menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2027. Kegiatan tersebut dijalankan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis.
Penyemaian menjadi bagian dari program Kawasan Aneka Cabai tahap II tahun 2026. Pelaksana Tugas Kepala Dinas TPHP Bengkalis Mohammad Azmir menyebut pelaksanaannya melibatkan kelompok tani di tiga desa di Pulau Bengkalis. Kelompok yang terlibat yakni Kelompok Tani Penghijauan Bumi di Desa Kuala Alam, Kelompok Tani Sabar Nrimo di Desa Bantan Tengah, serta Kelompok Tani Berancah Bersatu di Desa Berancah.
Upaya memperkuat produksi cabai juga dilakukan melalui penanaman mandiri oleh kelompok tani di wilayah lain. Kegiatan itu melibatkan Kelompok Tani Sumber Rezeki di Desa Pergam, Kecamatan Rupat; Kelompok Tani Milenial di Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan; dan Kelompok Tani Tunas Muda di Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Pemerintah daerah turut menggelar gerakan pangan murah sebagai bagian dari upaya mendukung akses masyarakat terhadap pangan.
Menurut perkiraan Dinas TPHP, hasil dari kegiatan tersebut dapat dipanen pada akhir Desember hingga awal Januari 2027. Waktu panen itu diharapkan berdekatan dengan periode kebutuhan masyarakat yang meningkat selama Natal dan Tahun Baru. Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga mengajak warga memprioritaskan pembelian hasil pertanian lokal yang dinilai memiliki harga terjangkau.
Bupati Bengkalis Kasmarni mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk kegiatan produktif. Penanaman sayuran di pekarangan dipandang dapat membantu keluarga meningkatkan kemandirian pangan dan mendukung ketahanan pangan daerah. Pemanfaatan lahan tersebut juga diharapkan berkontribusi pada upaya mencegah tingginya inflasi di Bengkalis.
Kasmarni meminta seluruh unsur masyarakat membangun kesadaran untuk mengoptimalkan pekarangan rumah. Pemerintah daerah menilai lahan yang sebelumnya tidak digunakan dapat memberi nilai tambah bagi keluarga jika ditanami. Kolaborasi antara program pemerintah dan kemandirian warga diharapkan memperkuat budaya hidup produktif serta mendukung terwujudnya Bengkalis yang bermarwah, maju, dan sejahtera.
Tag: cabai, Bengkalis, ketahanan pangan, kelompok tani, pekarangan rumah