Sembilan Serangan Udara Dilancarkan di Taiz saat Konflik Yaman Memanas
2026-10-13 17:05 WIB · aindari · 👁 486 dibaca

Pasukan Pemerintah Yaman menyerang posisi Houthi di Taiz, sementara penembakan kelompok tersebut dilaporkan menewaskan dan melukai warga sipil.
Pasukan bersenjata Pemerintah Yaman melancarkan sembilan serangan udara terhadap posisi kelompok Houthi di Provinsi Taiz pada Selasa. Operasi itu berlangsung ketika pertempuran di Yaman kembali meningkat dan kedua pihak masih terlibat bentrokan di sejumlah garis depan.
Pusat Media Poros Militer Taiz menyebut lima serangan diarahkan ke kawasan Al-Dhabab, sedangkan empat lainnya menyasar Distrik Al-Misrakh. Target serangan disebut mencakup personel serta perlengkapan militer Houthi. Militer belum menyampaikan informasi mengenai jumlah korban atau kerusakan akibat operasi tersebut.
Pertempuran juga berlanjut di garis depan Al-Shaqab, wilayah di selatan Taiz. Di sisi lain, Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman di Taiz melaporkan enam warga sipil, termasuk seorang gadis, meninggal akibat tembakan artileri Houthi pada Minggu, 11 Oktober. Serangan itu menghantam sejumlah desa padat penduduk di kawasan pedesaan Taiz.
Dalam periode 24 jam, penembakan artileri di Taiz juga dilaporkan melukai 17 warga sipil, terdiri atas lima perempuan dan enam anak-anak. Sebanyak tujuh rumah mengalami kerusakan. Kantor tersebut tidak merinci kondisi korban maupun tingkat kerusakan bangunan.
Taiz Human Rights Center kemudian menuding Houthi menembaki area sekitar Rumah Sakit Al-Safwa, fasilitas swasta di pusat kota Taiz, pada Selasa dini hari. Sebuah peluru disebut jatuh di dekat rumah sakit dan merusak kamar pasien. Insiden itu juga memicu kepanikan di kalangan pasien serta tenaga medis.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan 216.000 orang telah mengungsi di Yaman sejak Agustus, dengan lebih dari 172.000 di antaranya berasal dari Taiz. PBB dan mitra kemanusiaan telah memberikan bantuan darurat kepada sekitar 143.000 orang, berupa makanan, perlengkapan kebersihan, serta bantuan tunai.
Pihak berwenang Taiz pada Sabtu, 10 Oktober, memperingatkan bahwa pengepungan Houthi terhadap provinsi itu semakin ketat dan berisiko mengancam kehidupan, keamanan, serta mata pencaharian lebih dari 6 juta penduduk. Pemerintah Yaman meluncurkan Operasi Dawn of Yemen pada pekan sebelumnya untuk memulihkan lembaga negara dan mengakhiri kendali Houthi atas Sanaa. Eskalasi ini berlangsung sejak Juli dan menjadi yang terbesar setelah periode relatif tenang menyusul gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022. Konflik Yaman bermula ketika Houthi merebut Sanaa dan sebagian wilayah negara itu pada September 2014. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional. Houthi kini menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat, sedangkan pemerintah dan sekutunya mengendalikan Aden sebagai ibu kota sementara serta sejumlah wilayah di bagian timur dan selatan.
Tag: Yaman, Taiz, Houthi, Konflik Yaman, Krisis kemanusiaan