Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Malaysia Dorong ASEAN Bentuk Mekanisme Khusus Penanganan Kabut Asap Lintas Batas

2026-10-13 17:07 WIB · aindari · 👁 612 dibaca

Menteri Luar Negeri Malaysia akan membawa isu kabut asap ke forum ASEAN karena persoalan ini belum tercakup dalam mekanisme penanganan bencana alam regional yang ada.

Pemerintah Malaysia berencana menjadikan kabut asap lintas batas sebagai agenda pembahasan dalam pertemuan menteri luar negeri ASEAN yang dijadwalkan berlangsung menjelang KTT ke-49 ASEAN di Manila pada November mendatang. Langkah ini diambil karena kabut asap selama ini tidak diklasifikasikan sebagai bencana alam dalam kerangka kerja regional ASEAN, sehingga belum ada mekanisme khusus untuk menanganinya.

Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menyampaikan hal tersebut usai menghadiri upacara pelepasan Raja Yordania Abdullah II di Kompleks Bunga Raya, Sepang, pada Senin (12/10). Hasan menegaskan bahwa ia secara pribadi akan mengangkat persoalan ini di hadapan para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN, mengingat perlunya pendekatan regional yang lebih efektif.

Meski mendorong penguatan mekanisme ASEAN, Malaysia mengakui bahwa Indonesia telah berupaya semaksimal mungkin dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang menjadi sumber kabut asap. Hasan mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir telah menginformasikan kondisi terkini di lapangan, termasuk buruknya jarak pandang di wilayah-wilayah terdampak yang membuat operasi pemadaman dari udara nyaris mustahil dilakukan.

Menurut informasi yang diterima Hasan, Indonesia memiliki tiga hingga empat pesawat dan 34 helikopter untuk operasi pemadaman, namun seluruh armada udara tersebut tidak bisa diterbangkan karena alasan keselamatan akibat minimnya visibilitas. Sebagai gantinya, Indonesia telah menerjunkan sekitar 60.000 personel untuk melakukan pemadaman secara langsung di darat.

Tantangan lain yang dihadapi Indonesia juga tidak ringan. Titik-titik kebakaran tersebar di kawasan pedalaman yang sulit dijangkau, pasokan air di lokasi-lokasi tersebut sangat terbatas, dan api terus membara di lahan gambut yang memang dikenal sulit dipadamkan. Upaya penyemaian awan untuk memicu hujan buatan pun tidak dapat dilaksanakan karena tidak tersedia awan kumulonimbus yang memadai di wilayah terdampak.

Hasan menyatakan turut prihatin atas situasi yang dialami Indonesia, namun tetap berharap agar negara tetangga tersebut dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif. Menurutnya, kondisi kabut asap saat ini telah memberikan dampak negatif yang nyata terhadap kehidupan masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Malaysia yang sebelumnya bahkan sempat menutup sejumlah sekolah akibat buruknya kualitas udara.

Dengan membawa isu ini ke level ASEAN, Malaysia berharap kawasan Asia Tenggara dapat membangun respons kolektif yang lebih terstruktur terhadap persoalan kabut asap yang berulang setiap tahun dan berdampak melampaui batas-batas negara.

Tag: kabut asap, ASEAN, Malaysia, kebakaran hutan, diplomasi regional