Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

PROSPERA Fase II Resmi Diluncurkan, Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Senilai Rp5,28 Triliun

2026-10-22 17:30 WIB · aindari · 👁 955 dibaca

Program kemitraan pembangunan ekonomi Indonesia-Australia memasuki tahap kedua dengan nilai 420 juta dolar Australia untuk periode 2026-2035.

Indonesia dan Australia sepakat memperpanjang kolaborasi di bidang pembangunan ekonomi melalui fase kedua program PROSPERA (Australia–Indonesia Partnership for Economic Development). Tahap baru ini bernilai 420 juta dolar Australia atau sekitar Rp5,28 triliun dan akan berjalan selama satu dekade ke depan, mulai 2026 hingga 2035. Peluncuran resmi dilakukan di Jakarta pada Kamis oleh pejabat tinggi kedua negara.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menekankan pentingnya penguatan kerja sama bilateral di tengah kondisi global yang dinilai semakin tidak stabil dan dipenuhi berbagai konflik. Menurutnya, fase terbaru PROSPERA mencerminkan semangat kemitraan jangka panjang yang bertujuan membangun ketahanan dan kemakmuran bersama bagi kedua bangsa.

Sebelum memasuki tahap kedua, PROSPERA telah berjalan sejak 2018 dengan dukungan pendanaan sebesar 277 juta dolar Australia atau sekitar Rp3,48 triliun. Selama periode tersebut, program ini berkontribusi pada sejumlah agenda strategis Indonesia di panggung internasional, termasuk mendukung Presidensi G20 pada 2022, Keketuaan ASEAN pada 2023, serta proses aksesi Indonesia ke dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Di ranah domestik, kemitraan ini turut menopang berbagai upaya reformasi ekonomi, pengelolaan keuangan publik, stabilitas makroekonomi, pengembangan sektor swasta, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas industri.

Pada fase kedua, fokus program bergeser ke pengembangan dan penerapan kebijakan makroekonomi serta finansial yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, tangguh terhadap perubahan iklim, dan inklusif. Selain itu, PROSPERA diharapkan mampu mendorong reformasi kebijakan yang membuka peluang perluasan pasar, peningkatan arus investasi, serta terciptanya lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Wong menyampaikan bahwa pihaknya menghargai dan ingin turut berkontribusi terhadap prioritas Indonesia dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berketahanan. Ia menegaskan keinginan Australia untuk bermitra dalam membangun kemakmuran serta membuka peluang baru bagi rakyat Indonesia.

Dari sisi Indonesia, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan harapan agar PROSPERA Fase II dapat membantu pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa target tersebut membutuhkan lonjakan produktivitas yang signifikan serta penyertaan modal yang lebih besar. Suahasil juga menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen berkelanjutan Australia dalam menjaga kemitraan ekonomi kedua negara melalui program ini.

Tag: PROSPERA, kerja sama Indonesia-Australia, pembangunan ekonomi, kebijakan makroekonomi, investasi