Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Kinerja BNBR Menguat, Pendapatan Kuartal III 2026 Tembus Rp4,12 Triliun

2026-10-31 06:03 WIB · aindari · 👁 314 dibaca

Bakrie & Brothers membukukan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA secara tajam, meski laba bersih tertekan kenaikan beban bunga.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat pendapatan bersih Rp4,12 triliun hingga kuartal III 2026. Nilai tersebut meningkat 55,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika pendapatan perseroan berada di level Rp2,65 triliun. Pertumbuhan berasal dari kinerja sejumlah unit usaha di sektor manufaktur dan infrastruktur.

Kenaikan pendapatan diikuti penguatan laba kotor. BNBR membukukan gross profit Rp1,13 triliun, bertambah Rp634,99 miliar atau 127,82 persen dari Rp496,8 miliar pada kuartal III 2025. Laba usaha juga melonjak menjadi Rp596,24 miliar, dibandingkan Rp26,41 miliar setahun sebelumnya. Secara persentase, pertumbuhannya mencapai 2.157,14 persen.

Perbaikan kinerja operasional turut mengangkat EBITDA menjadi Rp810,25 miliar. Angka itu naik Rp709,96 miliar atau 707,86 persen dari posisi sebelumnya yang tercatat Rp100,29 miliar. Namun, perseroan menyebut laba bersih mengalami penurunan. Tekanan terutama berasal dari faktor eksternal, yakni kenaikan floating rate yang meningkatkan beban bunga PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

Dari sisi kontribusi usaha, pendapatan VKTR Group bertambah Rp348,09 miliar atau 48,6 persen menjadi Rp1,06 triliun, dari Rp716,9 miliar. Peningkatan tersebut ditopang penjualan kendaraan listrik serta pertumbuhan penjualan di kelompok usaha Bakrie Autoparts. BMI Group juga mencatat kenaikan pendapatan Rp434,65 miliar atau 26,1 persen.

Kinerja BMI Group didukung pertumbuhan beberapa entitas. Pendapatan BMI Parent meningkat 24,2 persen, sedangkan BPI Parent naik 18,8 persen. PT Suluh Ardhi Engineering membukukan pertumbuhan 1.730,3 persen dan PT Bakrie Construction meningkat 36 persen. Sementara itu, BIIN Group mencatat pendapatan Rp952,25 miliar, naik Rp678,87 miliar atau 248,3 persen.

Lonjakan BIIN terutama berkaitan dengan konsolidasi penuh CCT pada 2026. BNBR menilai prospek jangka panjang ditopang struktur keuangan yang makin kuat serta proyek jalan tol dan jaringan pipa minyak dan gas bumi. Perseroan juga mengembangkan bisnis elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan, waste-to-energy, dan energi hijau lainnya. Di sisi lain, beban bunga CCT masih berpotensi menekan laba pada fase awal setelah akuisisi karena tingkat bunga mengambang dan komponen bunga yang relatif tinggi.

Tag: Bakrie & Brothers, BNBR, kinerja keuangan, infrastruktur, kendaraan listrik