“Malin Kundang Lirih” Raih Penghargaan Khusus di Festival Seni Seoul
2026-11-08 17:09 WIB · aindari · 👁 1,1rb dibaca

Karya Lab Teater Ciputat mengangkat pengalaman laki-laki Minangkabau dalam tradisi merantau dan mempertemukannya dengan seniman Korea Selatan.
Lab Teater Ciputat membawa pertunjukan “Malin Kundang Lirih” ke Seoul, Korea Selatan. Karya yang berangkat dari cerita rakyat Sumatera Barat itu tampil di Teater M, Distrik Gangnam, pada Sabtu (31/10), lalu mendapat pementasan khusus di Teater Haddangse pada Selasa (3/11). Dalam keikutsertaannya di Playing Art and Doing Art Festival (PADAF) 2026, pertunjukan tersebut menerima penghargaan Special Jury Award dari dewan juri.
“Malin Kundang Lirih” tidak sekadar mengulang kisah tentang anak yang durhaka kepada ibunya. Pertunjukan ini menyoroti pengalaman antropologis laki-laki Minangkabau yang menjalani tradisi merantau. Di dalamnya terdapat persoalan mengenai harga diri, kegagalan, rasa malu, kerinduan kepada ibu, serta keterikatan dengan kampung halaman.
Produser Wulan Pusposari menyebut partisipasi di Seoul sebagai kelanjutan dari rangkaian pengembangan karya Lab Teater Ciputat. Proses itu mencakup pembibitan melalui program Dapur LTC, presentasi lewat Buka Dapur Mini Festival atau BUDAmFEST, lalu distribusi dan kolaborasi melalui PADAF. Rangkaian tersebut menjadi pola kerja untuk membawa karya dari tahap pengembangan menuju perjumpaan dengan penonton dan seniman di luar Indonesia.
Keterlibatan Korea Selatan berawal setelah Direktur Seoul Factory for the Performing Arts sekaligus Ko-Direktur Artistik PADAF, Hyoung-taek Limb, menyaksikan pementasan karya itu dalam BUDAmFEST di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta pada 2025. Ia kemudian merekomendasikan “Malin Kundang Lirih” untuk tampil dalam PADAF edisi ke-16. Menurut Wulan, dukungan tersebut membuka peluang hubungan kreatif yang lebih luas antara seniman Indonesia dan Korea, termasuk kemungkinan lokakarya serta kegiatan bersama pada masa mendatang.
Kolaborasi terlihat dalam pementasan khusus di Teater Haddangse. Hyoung Limb ikut menjadi ko-sutradara. Pertunjukan itu juga melibatkan aktor Korea Selatan Choi Minhyeok sebagai performer, Yoon Kyungro sebagai gitaris, dan penyanyi pansori Yu Juhyoun. Kehadiran mereka mempertemukan materi pertunjukan Indonesia dengan praktik seni dari latar budaya berbeda sekaligus memperluas jejaring kerja lintas negara.
PADAF merupakan festival tahunan yang berlangsung sejak 2010. Ajang ini menyediakan ruang bagi seniman internasional untuk mengembangkan bentuk artistik lintas disiplin di luar batas genre. Bagi Lab Teater Ciputat, panggung Seoul sekaligus penghargaan yang diterima memperkuat peluang dialog dan kolaborasi lanjutan bagi karya berbasis cerita rakyat Indonesia.
Tag: Lab Teater Ciputat, Malin Kundang Lirih, PADAF 2026, teater Indonesia, Korea Selatan