Tiga Operator Besar Menangkan Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Internet Seluler Ditarget 100 Mbps pada 2029
2026-07-23 06:06 WIB · aindari · 👁 557 dibaca
Komdigi menetapkan Telkomsel, XLSmart, dan Indosat sebagai pemenang seleksi frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, dengan target kecepatan internet seluler nasional mencapai 100 Mbps pada 2029.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan hasil seleksi spektrum frekuensi radio, dengan tiga operator seluler besar — Telkomsel, XLSmart, dan Indosat — ditetapkan sebagai pemenang. Dua blok frekuensi yang diperebutkan adalah 700 MHz dan 2,6 GHz, keduanya krusial untuk pengembangan jaringan generasi berikutnya di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital mengumumkan langsung hasil seleksi tersebut, menandai babak baru dalam peta persaingan industri telekomunikasi nasional. Perolehan spektrum ini membuka jalan bagi ketiga operator untuk memperluas dan memperkuat infrastruktur jaringan mereka, baik pada layanan 4G maupun 5G.
XLSmart, entitas hasil merger XL Axiata dan Smartfren, menjadi salah satu pihak yang mendapatkan alokasi di kedua pita frekuensi tersebut. Dengan tambahan spektrum ini, XLSmart menyatakan akan memacu pengembangan jaringan 4G sekaligus mempercepat ekspansi 5G di berbagai wilayah. Langkah serupa disiapkan oleh Telkomsel dan Indosat yang juga berencana menggenjot pembangunan jaringan 5G pascaperolehan spektrum baru.
Di balik pengumuman ini, Komdigi menetapkan target ambisius: kecepatan internet seluler di Indonesia harus menembus angka 100 Mbps pada tahun 2029. Target tersebut mencerminkan urgensi pemerintah dalam mendorong kualitas konektivitas nasional agar mampu bersaing di tingkat regional maupun global. Frekuensi 700 MHz dikenal efektif untuk menjangkau area luas termasuk pedesaan karena karakteristik propagasinya, sementara 2,6 GHz menawarkan kapasitas data lebih besar yang cocok untuk kawasan padat pengguna.
Seleksi frekuensi ini merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam mendistribusikan sumber daya spektrum yang terbatas kepada operator yang dinilai mampu memanfaatkannya secara optimal. Dengan tambahan pita frekuensi di tangan, ketiga operator kini memiliki modal spektrum yang lebih solid untuk bersaing dalam menyediakan layanan data berkecepatan tinggi kepada puluhan juta pelanggan mereka.
Hasil lelang ini berpotensi mengubah dinamika layanan telekomunikasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Ekspansi 5G yang lebih agresif dari tiga pemain utama pasar diperkirakan akan mendorong peningkatan kualitas layanan secara merata, sekaligus membuka peluang bagi ekosistem digital — mulai dari industri, pendidikan, hingga layanan publik — untuk tumbuh di atas fondasi konektivitas yang lebih andal.
Tag: Komdigi, frekuensi 5G, Telkomsel, XLSmart, Indosat