Roket Falcon 9 SpaceX Diprediksi Menghantam Permukaan Bulan pada 2026, Dampaknya Diklaim Bisa Diamati dari Bumi
2026-07-26 06:04 WIB · aindari · 👁 1rb dibaca

Sebuah tingkat atas roket Falcon 9 milik SpaceX diperkirakan akan menabrak Bulan pada Agustus 2026, dan peristiwa tumbukan tersebut berpotensi dapat dipantau oleh pengamat di Bumi.
Tingkat atas roket Falcon 9 buatan SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, diprediksi akan menghantam permukaan Bulan pada sekitar Agustus 2026. Peristiwa langka ini menarik perhatian komunitas astronomi karena dampak tumbukannya diklaim cukup besar sehingga berpotensi diamati dari Bumi.
Roket Falcon 9 merupakan wahana peluncur andalan SpaceX yang telah digunakan dalam ratusan misi ke orbit. Dalam operasi normalnya, tingkat atas roket ini biasanya ditinggalkan di orbit setelah menyelesaikan tugasnya mengantarkan muatan. Namun, dalam kasus tertentu, sisa-sisa roket tersebut tidak memiliki cukup bahan bakar untuk melakukan manuver deorbit terkendali, sehingga lintasannya ditentukan sepenuhnya oleh gaya gravitasi Bumi, Bulan, dan Matahari.
Kondisi inilah yang terjadi pada salah satu tingkat atas Falcon 9 yang kini mengorbit secara tidak terkendali. Para peneliti dan pengamat luar angkasa telah menghitung bahwa lintasan objek tersebut akan membawanya bertabrakan dengan permukaan Bulan. Tumbukan diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, menjadikannya salah satu peristiwa tabrakan benda buatan manusia dengan Bulan yang bisa diprediksi jauh-jauh hari.
Yang membuat peristiwa ini semakin menarik adalah klaim bahwa efek dari tumbukan tersebut berpotensi cukup dahsyat untuk diamati dari permukaan Bumi. Meskipun detail teknis mengenai kecepatan dan sudut tumbukan masih terus diperhitungkan, massa tingkat atas roket yang cukup besar diperkirakan mampu menghasilkan kilatan cahaya atau awan debu yang dapat terdeteksi melalui teleskop.
Peristiwa serupa sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Pada 2022, sebuah tingkat atas roket — yang awalnya diduga berasal dari Falcon 9 namun kemudian diidentifikasi sebagai bagian dari roket milik Tiongkok — juga menabrak Bulan. Kejadian-kejadian seperti ini menambah kekhawatiran tentang meningkatnya jumlah sampah antariksa seiring makin padatnya aktivitas peluncuran roket komersial.
Bagi komunitas ilmiah, tumbukan ini justru bisa menjadi peluang riset. Data yang diperoleh dari pengamatan dampak tabrakan dapat memberikan informasi berharga tentang komposisi permukaan Bulan serta karakteristik material di lokasi tumbukan. Beberapa observatorium dan wahana antariksa yang mengorbit Bulan kemungkinan akan disiapkan untuk merekam momen tersebut secara detail.
Dengan waktu yang masih tersisa hingga Agustus 2026, para ilmuwan memiliki cukup kesempatan untuk mempersiapkan pengamatan dan memperhitungkan lokasi tumbukan secara lebih presisi. Peristiwa ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan astronomi yang spektakuler, tetapi juga memperkuat diskusi global tentang pengelolaan sampah antariksa di masa depan.
Tag: SpaceX, Falcon 9, tumbukan Bulan, sampah antariksa, Elon Musk