Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Hiburan

Festival Jazz Gunung Bromo 2026: Kolaborasi Musik dan Alam untuk Mengangkat Pariwisata Probolinggo

2026-07-26 06:05 WIB · aindari · 👁 707 dibaca

Perhelatan musik jazz di kawasan Bromo pada Juli 2026 dirancang sebagai strategi memperkuat citra Probolinggo sebagai destinasi wisata berdaya saing internasional.

Kabupaten Probolinggo menjadikan gelaran Jazz Gunung Bromo sebagai salah satu instrumen utama promosi pariwisata daerah. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Juli 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo ini merupakan hasil kerja sama antara Jazz Gunung Indonesia, Kementerian Pariwisata, dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, acara ini merupakan bagian dari upaya memperkuat branding "Probolinggo Paradise" yang terus digaungkan melalui berbagai agenda berskala nasional maupun internasional. Ia menekankan bahwa perpaduan antara keindahan panorama alam Bromo dengan pertunjukan seni berkualitas tinggi di udara pegunungan yang sejuk menciptakan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain.

Lebih dari sekadar panggung musik, festival ini juga dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar kawasan Bromo. Haris menjelaskan bahwa kehadiran ribuan pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk unggulan mereka. Pemberdayaan komunitas lokal dan sektor pariwisata menjadi bagian integral dari penyelenggaraan acara ini sehingga dampak ekonominya diharapkan dapat dirasakan secara luas.

Bupati juga menyoroti kekayaan destinasi wisata Probolinggo yang membentang dari kawasan pantai hingga pegunungan. Potensi alam yang beragam itu, menurutnya, menjadi modal utama dalam membangun sektor pariwisata yang mampu bersaing di kancah global. Penyelenggaraan acara berkualitas seperti Jazz Gunung Bromo merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat citra kabupaten sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Dari sisi penyelenggara, pendiri Jazz Gunung Indonesia Sigit Pramono menggambarkan festival ini sebagai sebuah ekosistem yang mempertemukan seni, budaya, pariwisata, dan pelaku usaha lokal dalam satu rangkaian kegiatan. Ia menegaskan bahwa Jazz Gunung Bromo bukan semata konser musik, melainkan ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi berbagai pihak mulai dari masyarakat, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata di kawasan Bromo.

Dengan target menarik wisatawan domestik dan mancanegara, Jazz Gunung Bromo 2026 diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata. Festival ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara seni pertunjukan dan kekayaan alam dapat menjadi formula efektif dalam memajukan pariwisata daerah.

Tag: Jazz Gunung Bromo, pariwisata Probolinggo, festival musik 2026, Probolinggo Paradise, UMKM lokal