Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Hiburan

Kain Tradisional Nusantara Jadi Sorotan Utama di Panggung WACI JFC 2026

2026-07-26 06:12 WIB · aindari · 👁 564 dibaca

Sembilan kontingen dari berbagai daerah memamerkan kekayaan wastra nusantara dalam ajang Wonderful Artchipelago Carnaval Indonesia yang digelar bersamaan dengan Jember Fashion Carnaval 2026.

Ajang karnaval bertaraf internasional Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 kembali digelar di Jember, Jawa Timur, pada Sabtu lalu. Salah satu segmen yang mencuri perhatian adalah Wonderful Artchipelago Carnaval Indonesia (WACI), yang tahun ini secara khusus mengusung tema wastra nusantara sebagai upaya melestarikan dan mengangkat kain tradisional Indonesia ke panggung dunia.

David Susilo, Ketua Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI), menjelaskan bahwa pemilihan tema ini bertujuan ganda: menjaga kelestarian kain-kain khas nusantara sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonominya di era modern. Beragam jenis tekstil tradisional seperti batik, tenun, songket, ulos, dan tapis menjadi bahan utama dalam penciptaan karya kostum yang ditampilkan di panggung WACI.

Menurut David, pendekatan WACI berbeda dari kostum talent JFC pada umumnya. WACI lebih menitikberatkan pada kebudayaan asli daerah dengan memanfaatkan kain tradisional sebagai elemen sentral. Filosofi seni dari masing-masing daerah menjadi landasan dalam setiap karya yang ditampilkan, sehingga karnaval ini menjadi ajang merayakan identitas budaya sekaligus merawat warisan dalam bingkai keberagaman.

Sembilan kontingen dari berbagai wilayah Indonesia turut meramaikan WACI. Dari Jawa Timur hadir dua kelompok besar: Jatim Agropolitan yang mewakili Kabupaten Nganjuk, Kediri, Tuban, Madiun, dan Trenggalek, serta Jatim Empire yang terdiri dari perwakilan Kota Malang dan Kabupaten Kediri. Dari luar Jawa, tampil kontingen masyarakat Adat Nusantara dari Nusa Tenggara Barat, Kota Balikpapan, Kabupaten Kotawaringin Barat di Kalimantan, serta Kabupaten Lombok Tengah.

Tidak ketinggalan, perwakilan dari Kabupaten Sleman dan Kota Semarang di Jawa Tengah serta Kabupaten Badung dari Bali turut memeriahkan panggung yang digelar di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember tersebut. Setiap kontingen menampilkan perpaduan kostum unik, kain tradisional, kesenian daerah, hingga pernak-pernik khas yang merepresentasikan kearifan lokal masing-masing.

David menegaskan bahwa WACI menjadi wahana promosi budaya dan kesenian daerah dengan menampilkan kekayaan wastra dari Sabang sampai Merauke. Melalui panggung karnaval ini, kain-kain tradisional yang selama ini mungkin hanya dikenal di daerah asalnya mendapat kesempatan untuk diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas, baik dari dalam maupun luar negeri.

Tag: WACI, Jember Fashion Carnaval 2026, wastra nusantara, kain tradisional, karnaval budaya