Berita Mikro

Internasional

Selat Hormuz Memanas, Militer Iran Desak AS Patuhi Perjanjian Damai

2026-07-12 · aindari

Militer Iran menuntut Amerika Serikat mematuhi perjanjian perdamaian yang ditandatangani pada Juni lalu di tengah eskalasi militer kedua negara di Selat Hormuz.

Militer Iran mendesak Amerika Serikat agar mematuhi perjanjian perdamaian yang diteken Teheran dan Washington pada Juni lalu. Desakan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi titik konflik kedua negara.

Juru bicara militer Iran, Brigjen Mohammad Akraminia, dalam pernyataannya kepada televisi nasional Iran IRIB pada Minggu, menuding intervensi AS untuk menciptakan apa yang ia sebut "rute ilegal" melintasi Selat Hormuz telah menimbulkan ketidakamanan di kawasan. Akraminia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran akan secara tegas mempertahankan hak-hak rakyat Iran di selat tersebut dan menyatakan militer Iran secara berkala memperbarui daftar sasaran tembaknya.

Pernyataan itu muncul setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan serta instalasi militer milik AS di sejumlah negara Teluk. Sebagai respons, AS melancarkan gelombang ketiga serangan yang mengincar instalasi radar, rudal, dan drone di Iran selatan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan mereka merupakan pembalasan atas tindakan Iran yang menembaki kapal dagang di Selat Hormuz. Iran sebelumnya menutup jalur laut strategis tersebut hingga waktu yang tidak ditentukan, dengan satu orang dilaporkan hilang akibat insiden penembakan kapal dagang itu.

Tag: Selat Hormuz, Iran, Amerika Serikat, konflik militer, Timur Tengah

Sumber: tautan asli

Bagikan: WhatsApp · Telegram · X · Facebook