Indonesia-India Perkuat Kolaborasi Digital dan Kecerdasan Buatan Lewat Kemitraan Strategis
2026-08-01 17:05 WIB · aindari · 👁 408 dibaca

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan Indonesia dan India saling melengkapi dalam pengembangan AI, bukan bersaing, dan mendorong kolaborasi riset hingga investasi nyata.
Hubungan bilateral Indonesia dan India kini merambah ranah teknologi digital dan kecerdasan buatan secara lebih serius. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa kedua negara memiliki peluang besar untuk berkolaborasi dalam riset, pembangunan infrastruktur digital, pengembangan talenta, serta inovasi teknologi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara bertajuk An Overview of the AI Roadmap of Indonesia yang digelar di Jakarta Selatan pada Jumat (31/8), dan dikonfirmasi melalui keterangan resmi pada Sabtu (1/8).
Nezar menekankan bahwa Indonesia dan India bukan kompetitor yang berebut ruang sempit di bidang AI, melainkan mitra yang saling mengisi. India dinilai memiliki pengalaman panjang dalam membangun infrastruktur publik digital, sementara Indonesia menawarkan bonus demografi dan sumber daya strategis yang dapat memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Salah satu pesan kuat yang disampaikan Nezar adalah penolakan terhadap cara pandang yang menempatkan negara seperti Indonesia semata-mata sebagai pasar produk AI global. Menurutnya, pemerintah bertekad mendorong penguatan dari sisi perangkat lunak, kapasitas komputasi, pusat data, dan sumber daya manusia digital agar Indonesia bisa berperan aktif sebagai pengembang, bukan sekadar konsumen teknologi AI. Indonesia, kata Nezar, memiliki modal kuat untuk membangun ekosistem AI sendiri, mulai dari cadangan nikel dan mineral kritis, populasi muda dalam jumlah besar, hingga posisi geografis strategis di persimpangan Indo-Pasifik.
Momentum penguatan kerja sama kedua negara semakin terbuka pasca kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia yang menghasilkan 16 perjanjian baru. Komitmen bersama mencakup penguatan ekonomi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran digital dan pengembangan Indonesia Open Network sebagai landasan kolaborasi AI ke depan.
Regulasi Peta Jalan AI Indonesia disebut Nezar sebagai pijakan penting untuk membawa kemitraan ini ke tahap implementasi yang lebih konkret. Sebagai langkah lanjutan, ia mendorong pertukaran peneliti AI antara kedua negara, pengembangan startup, serta peningkatan investasi riset dan pengembangan oleh perusahaan teknologi India di Indonesia.
Nezar secara khusus mengajak Indcham (Kamar Dagang India) untuk membantu mengidentifikasi perusahaan-perusahaan India — dari pemimpin layanan teknologi informasi hingga startup berbasis AI — yang bersedia membangun kehadiran riset dan pengembangan secara nyata di Indonesia, bukan sekadar membuka kantor penjualan.
Kementerian Komunikasi dan Digital, menurut Nezar, berkomitmen memastikan setiap bentuk kolaborasi dengan India memberikan manfaat konkret bagi masyarakat kedua negara sekaligus mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Tag: kecerdasan buatan, kerja sama Indonesia-India, infrastruktur digital, Nezar Patria, ekonomi digital