Fesyen Jadi Jembatan Budaya, Menpar Dorong Wastra Indonesia Tarik Wisatawan Dunia
2026-08-03 06:07 WIB · aindari · 👁 863 dibaca

Menteri Pariwisata menegaskan peran desainer dalam mengubah rasa ingin tahu tentang kain tradisional menjadi pintu masuk wisata budaya Indonesia.
Penutupan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta pada Minggu (2/8/2026) menjadi panggung bagi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana untuk menegaskan posisi strategis para desainer dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Bagi Widiyanti, karya fesyen berbasis warisan budaya bukan sekadar tontonan estetika, melainkan titik awal dari diplomasi budaya yang sesungguhnya.
Widiyanti menggambarkan bagaimana seseorang yang pertama kali menyaksikan koleksi berbahan ulos di atas panggung peragaan busana bisa terdorong untuk mencari tahu asal-usul kain tersebut — siapa pembuatnya dan di mana budaya itu tumbuh. Rasa ingin tahu semacam itulah, menurutnya, yang kemudian bisa berujung pada kunjungan nyata ke suatu daerah.
Pengalaman pribadinya saat mengunjungi Danau Toba memperkuat keyakinan itu. Yang paling berkesan baginya bukan sekadar keindahan alam, melainkan menyaksikan ulos masih hidup sebagai bagian dari keseharian masyarakat setempat. Di balik setiap lembar kain itu, kata Widiyanti, terdapat perempuan-perempuan Batak yang dengan tekun menjaga tradisi tersebut agar terus diwariskan dari generasi ke generasi.
IFW 2026 sendiri mengusung tema "Threads of North Sumatra: Ulos Simetria", yang secara khusus menempatkan ulos sebagai pusat narasi. Widiyanti menilai tema ini berhasil memperlihatkan bahwa selembar kain tradisional mampu menyimpan kisah panjang suatu masyarakat ketika diterjemahkan oleh tangan-tangan kreatif para desainer. Ulos pun hadir bukan hanya sebagai motif, tetapi sebagai ekspresi identitas budaya yang relevan di panggung internasional.
Dalam konteks pariwisata, Widiyanti melihat tren yang menggembirakan: semakin banyak wisatawan mancanegara yang menjadikan perburuan wastra sebagai bagian dari agenda perjalanan mereka ke Indonesia. Mereka mengunjungi butik desainer lokal, menelusuri galeri, hingga mendatangi berbagai daerah untuk mendapatkan kain dengan cerita dan identitas budaya yang melekat padanya. Tren ini mendorong Kementerian Pariwisata untuk terus memperkuat program shopping tourism sebagai bagian dari strategi pariwisata berkualitas.
Widiyanti turut memberikan apresiasi kepada Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan IFW 2026. Ia berharap ajang seperti ini terus melahirkan karya yang menginspirasi dunia sekaligus mengundang lebih banyak wisatawan untuk mengenal Indonesia melalui wastra, budaya, dan kreativitas anak bangsa.
Tag: Indonesia Fashion Week, wastra, pariwisata budaya, ulos, Kementerian Pariwisata