Parti Libur 2026 Gabungkan Festival Musik dan Wahana di Kota Batu, 18.000 Penonton Hadir
2026-08-11 17:06 WIB · aindari · 👁 871 dibaca

Festival berlangsung dua hari di Batu Night Spectacular dengan sembilan panggung tematik dan 105 penampil dari berbagai genre.
Festival musik Parti Libur 2026 memilih pendekatan yang tak lazim: menggelar pertunjukan musik di dalam kawasan wahana bermain. Bertempat di Batu Night Spectacular (BNS), Kota Batu, Jawa Timur, festival ini berlangsung pada 1 dan 2 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Caravan".
Gahtan Thoriq, pendiri sekaligus CEO Parti Libur, merancang tata panggung yang menyatu dengan area dan wahana BNS yang sudah ada, termasuk Magnolia Stage yang posisinya berada di bawah. Pendekatan ini menghasilkan sembilan panggung tematik dengan karakter masing-masing: Caravan HYPE Stage, Magnolia Stage, Gipsy Stage, High Volt Stage, Wonder Stage, Jumping Jack, Bohemian Disco, Barbossa Stage, dan Joker Stage.
Selama dua hari penyelenggaraan, festival ini menyedot sekitar 18.000 penonton dan menampilkan 105 penampil. Yang menarik, empat dari sepuluh musisi yang naik panggung berasal dari Jawa Timur. Gahtan menyebut komposisi ini bukan kebetulan — keterlibatan musisi lokal Jawa Timur disengaja sebagai upaya membuka ruang bagi band daerah sekaligus mempertemukan mereka dengan musisi dari Jakarta dan wilayah lain.
Keberagaman panggung turut mencerminkan keberagaman genre yang ditampung, mulai dari pop, rock, reggae, hardcore, metal, hingga dangdut koplo. Salah satu momen paling mencolok terjadi pada hari pertama ketika band death-metal DeadSquad berkolaborasi dengan pesulap Limbad. Saat membawakan lagu "Pasukan Mati", aksi musik keras DeadSquad dipadukan dengan pertunjukan debus Limbad di atas panggung. Pada hari kedua, giliran Lorjhu' yang berkolaborasi dengan kesenian Bantengan.
Festival ditutup dengan penampilan FSTVLST dan Ndarboy Genk di Caravan HYPE Stage, diakhiri pesta kembang api. Dua nama penutup ini mewakili dua kutub genre yang berbeda, sekaligus menggambarkan eklektisisme yang menjadi ciri Parti Libur.
Gahtan menegaskan bahwa Parti Libur sengaja menghindari formula festival konvensional yang selalu mengejar skala lebih besar dengan nama-nama besar. Menurutnya, festival ini ingin membangun identitas tersendiri dengan memilih lokasi-lokasi yang unik sebagai panggung utamanya — sebuah pendekatan yang membedakan Parti Libur dari mayoritas festival musik Indonesia saat ini.
Tag: Parti Libur 2026, festival musik, Batu Night Spectacular, Kota Batu, musik Indonesia