Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Otomotif

Jaringan SPKLU Nasional Meluas, Konsumsi Listrik Kendaraan Listrik Lampaui Capaian Setahun Penuh

2026-08-12 17:03 WIB · aindari · 👁 515 dibaca

Kolaborasi BUMN dan swasta mendorong ekspansi infrastruktur pengisian kendaraan listrik, sementara data PLN menunjukkan lonjakan konsumsi yang melampaui total tahun sebelumnya hanya dalam enam bulan.

Infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang lewat pola kemitraan antara badan usaha milik negara dan sektor swasta. Salah satu wujud nyatanya adalah peresmian fasilitas pengisian daya ultra cepat di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Jakarta, pada Rabu pekan ini — sebuah kolaborasi yang melibatkan tiga pihak sekaligus: PT Niscala Energi Indonesia (iGreen+) sebagai operator, Pos Indonesia sebagai penyedia lahan, dan PLN sebagai pemasok listrik.

Fasilitas baru tersebut dilengkapi setidaknya enam unit Ultra Fast Charger DC berkapasitas 120 kW dengan konektor CCS2. CEO iGreen+ menyatakan bahwa perusahaannya bersama mitra ekosistem berkomitmen memperluas jaringan hingga 200 titik SPKLU, dengan tujuan menghadirkan layanan pengisian yang andal dan mudah dijangkau pengguna, sekaligus mendukung target Indonesia mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Saat ini iGreen+ mengoperasikan 19 stasiun aktif dengan 132 unit charging gun yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali. Selain itu, lima stasiun baru sedang dalam tahap persiapan dan ditargetkan beroperasi dalam waktu dekat, memperluas jangkauan layanan ke lebih banyak wilayah.

Di sisi regulasi, pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU untuk periode 2025–2030. Aturan ini dirancang sebagai acuan perencanaan yang mempertimbangkan distribusi lokasi dan jenis teknologi pengisian, guna mempercepat pemerataan infrastruktur sejalan dengan pertumbuhan kendaraan listrik di tanah air.

Data PLN memperlihatkan tren yang mencolok: konsumsi listrik pada SPKLU mencapai 62,4 juta kilowatt hour (kWh) hingga Juni 2026. Angka enam bulan itu sudah melampaui total konsumsi sepanjang 2025 yang tercatat 48,5 juta kWh, atau tumbuh sekitar 28 persen. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik sekaligus menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur pengisian terus tumbuh lebih cepat dari proyeksi sebelumnya.

Ekspansi jaringan SPKLU ini merupakan bagian dari upaya lebih luas pemerintah yang menargetkan ketersediaan puluhan ribu unit SPKLU pada 2030. Dengan skema kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak — dari BUMN hingga operator swasta — percepatan pembangunan infrastruktur pengisian diharapkan dapat mengimbangi laju adopsi kendaraan listrik yang terus meningkat di berbagai daerah.

Tag: SPKLU, kendaraan listrik, PLN, iGreen+, infrastruktur EV