Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Desil Jadi Acuan Pemeringkatan Kesejahteraan dalam Data Bansos

2026-08-15 17:08 WIB · aindari · 👁 443 dibaca

Pemerintah memakai desil dalam data sosial ekonomi untuk membantu memetakan sasaran program bantuan, tetapi status itu bukan jaminan otomatis menerima bansos.

Istilah desil dalam pendataan bantuan sosial merujuk pada pemeringkatan kesejahteraan keluarga berdasarkan data sosial dan ekonomi yang tercatat dalam sistem pemerintah. Pembagian ini dipakai untuk melihat posisi relatif suatu keluarga dalam kelompok masyarakat, terutama saat pemerintah menyeleksi sasaran berbagai program bantuan.

Dalam data Cek Bansos Kementerian Sosial, penilaian tidak hanya bertumpu pada besaran penghasilan. Sejumlah unsur lain ikut diperhitungkan, antara lain pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi hunian, daya listrik, serta kepemilikan aset. Karena itu, keluarga dengan pendapatan tertentu tidak otomatis berada pada satu kelompok desil tertentu tanpa melihat kondisi sosial ekonominya secara lebih luas.

Desil dibagi dari 1 hingga 10. Desil 1 menggambarkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dalam pemeringkatan, sedangkan desil 10 mencakup 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Di antara keduanya, desil 2 sampai desil 9 menunjukkan posisi bertahap dalam urutan kesejahteraan nasional, dari yang lebih rendah menuju kelompok yang lebih tinggi.

Kaitan desil dengan bansos terletak pada proses penentuan sasaran program. Berdasarkan data Cek Bansos Kemensos, keluarga yang berada pada desil 1 hingga desil 4 dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan atau PKH dan program sembako. Sementara itu, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI-JK. Desil 6 hingga desil 10 mencerminkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi dibandingkan kelompok sebelumnya.

Meski berpengaruh dalam proses usulan, desil tidak sama dengan kepastian memperoleh bantuan. Setiap program tetap memiliki syarat, mekanisme, dan proses penetapan penerima masing-masing. Karena itu, angka desil sebaiknya tidak dipakai sebagai satu-satunya ukuran untuk menilai kondisi ekonomi seseorang atau keluarga.

Data yang menjadi dasar pemeringkatan tersebut berkaitan dengan DTSEN, yakni Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Basis data ini memuat kondisi sosial, ekonomi, serta peringkat kesejahteraan masyarakat. DTSEN dibentuk dari penggabungan sejumlah basis data pemerintah, lalu dipadankan dengan data kependudukan.

Karena keadaan sosial ekonomi dapat berubah, posisi desil juga dapat bergeser. Perubahan pekerjaan, kondisi rumah, kepemilikan aset, atau data kependudukan dapat memengaruhi pembaruan catatan. Masyarakat yang ingin mengetahui status terkait bansos dapat menggunakan layanan Cek Bansos Kemensos dengan data kependudukan seperti NIK 16 digit sesuai KTP.

Tag: bansos, desil, Kemensos, DTSEN, PKH