Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Politik

Prabowo Apresiasi Paskibraka, Gibran Tinjau Korban Gempa NTT

2026-08-21 06:15 WIB · aindari · 👁 709 dibaca

Dari penghargaan kepada Paskibraka hingga kunjungan Wapres ke daerah terdampak gempa di Sikka, sejumlah agenda politik nasional mewarnai hari Kamis.

Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional yang bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, 17 Agustus lalu. Apresiasi itu disampaikan melalui akun Instagram resminya pada Rabu malam, dengan menyebut dedikasi para anggota Paskibraka sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Tak hanya lewat media sosial, Prabowo juga mengundang seluruh petugas upacara kemerdekaan ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada hari yang sama. Pertemuan itu dihadiri oleh anggota Paskibraka, komandan dan perwira upacara, para penerbang yang terlibat dalam atraksi udara, penerjun payung dari Kopassus, serta seluruh penampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI. Presiden menjamu dan memberikan apresiasi secara langsung kepada mereka.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertolak ke Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis untuk meninjau penanganan pascagempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus. Gibran tiba sekitar pukul 13.00 WITA dan langsung menuju lokasi terdampak bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno. Dalam rombongan tersebut turut serta enam mahasiswa yang akan menjalankan program trauma healing bagi para korban.

Di RSUD TC Hillers Maumere, Gibran mengunjungi ruang perawatan darurat yang didirikan di halaman rumah sakit. Ia berdialog langsung dengan sejumlah ibu yang baru melahirkan dan dirawat di fasilitas darurat tersebut, termasuk seorang ibu yang melahirkan seorang bayi perempuan setelah gempa terjadi. Kunjungan itu bertujuan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.

Dari ranah legislatif, anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mendesak pemerintah agar tidak hanya fokus pada peningkatan status guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tetapi juga memperhatikan nasib ratusan ribu guru madrasah swasta. Menurut Dini, guru-guru madrasah swasta yang telah mengabdi bertahun-tahun masih menerima honor yang sangat kecil dan belum memiliki kepastian kesejahteraan. Ia mengutip data bahwa Kementerian Agama sebelumnya telah mengusulkan sekitar 630 ribu guru madrasah untuk masuk dalam skema PPPK, yang menurutnya mencerminkan besarnya persoalan yang membutuhkan keberpihakan nyata dari pemerintah.

Tag: Prabowo, Paskibraka, Gibran, gempa NTT, guru madrasah