Tujuh Kebiasaan Berkendara yang Bisa Pangkas Konsumsi BBM Tanpa Harus Kurangi Perjalanan
2026-08-24 17:11 WIB · aindari · 👁 821 dibaca

Dari cara menginjak pedal gas hingga tekanan ban, sejumlah kebiasaan kecil ternyata punya dampak nyata terhadap efisiensi bahan bakar kendaraan.
Banyak pengemudi mengira satu-satunya cara menghemat bahan bakar adalah dengan jarang menggunakan kendaraan. Padahal, gaya berkendara dan kondisi kendaraan itu sendiri memiliki pengaruh yang tidak kalah besar terhadap seberapa boros atau iritnya konsumsi BBM.
Salah satu faktor terbesar adalah pola akselerasi dan pengereman. Menginjak gas secara tiba-tiba lalu mengerem keras secara berulang memaksa mesin bekerja lebih keras dari seharusnya. Departemen Energi Amerika Serikat mencatat bahwa gaya berkendara agresif dapat memangkas efisiensi bahan bakar hingga 15–30 persen di jalan bebas hambatan, dan bahkan 10–40 persen dalam kondisi lalu lintas padat yang sering berhenti dan jalan lagi. Mengakselerasi secara bertahap dan menjaga jarak aman adalah cara paling mudah untuk menghindari pemborosan ini.
Tekanan ban yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan juga kerap diabaikan. Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin butuh tenaga ekstra untuk menggerakkan kendaraan. Menjaga tekanan ban pada angka yang tepat — yang bisa dilihat di pilar pintu pengemudi, tutup tangki, atau buku manual — dapat meningkatkan efisiensi rata-rata sekitar 0,6 persen, bahkan hingga 3 persen dalam kondisi tertentu.
Beban berlebih di dalam kendaraan turut menjadi biang keladi pemborosan BBM. Setiap tambahan beban sekitar 45 kilogram diperkirakan menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 1 persen, dengan dampak yang lebih terasa pada kendaraan berukuran kecil. Barang-barang yang tidak diperlukan di bagasi, termasuk rak atap yang terpasang tanpa digunakan, sebaiknya disingkirkan karena juga menambah hambatan udara.
Kebiasaan membiarkan mesin menyala saat kendaraan diam juga menguras BBM secara diam-diam. Mesin yang idle bisa menghabiskan seperempat hingga setengah galon bahan bakar per jam, tergantung ukuran mesin dan apakah AC sedang aktif. Bila situasi memungkinkan dan aman, mematikan mesin saat berhenti lama adalah pilihan yang lebih efisien.
Berkendara dengan kecepatan yang stabil juga berkontribusi pada penghematan. Kecepatan yang naik-turun ekstrem memaksa kendaraan berakselerasi berulang kali dan mengonsumsi lebih banyak energi. Mengantisipasi kondisi jalan di depan — misalnya mulai mengurangi kecepatan secara perlahan saat melihat lampu merah dari jauh — membantu menjaga laju tetap stabil sekaligus membuat perjalanan lebih nyaman.
Dua faktor terakhir berkaitan dengan perawatan dan pilihan bahan bakar. Servis rutin memastikan komponen mesin bekerja optimal; Departemen Energi AS menyebut penggunaan oli dengan kekentalan sesuai rekomendasi pabrikan saja sudah bisa meningkatkan efisiensi hingga 1–2 persen. Soal bahan bakar, memilih oktan tertinggi bukan jaminan kendaraan menjadi lebih irit — yang terpenting adalah menggunakan BBM sesuai spesifikasi mesin seperti yang tertera di buku manual. Pada akhirnya, efisiensi bahan bakar adalah hasil dari kombinasi cara mengemudi, kondisi kendaraan, dan kebiasaan sehari-hari di balik kemudi.
Tag: irit BBM, tips berkendara, konsumsi bahan bakar, perawatan kendaraan, otomotif