Merek Otomotif China Merebut Kepercayaan Konsumen Australia di Tengah Boom Kendaraan Listrik
2026-08-20 06:07 WIB · aindari
Produsen kendaraan asal China mencatat pertumbuhan pesat di pasar Australia, didorong ekspansi jaringan dealer dan layanan purnajual yang semakin kuat.
Kehadiran merek otomotif China di Australia kian diperhitungkan. Di pasar yang dikenal sangat terbuka dan kompetitif itu, produsen kendaraan energi baru (NEV) asal China berhasil meraih kepercayaan konsumen lokal lewat kombinasi produk kompetitif dan jaringan layanan yang terus diperluas.
Tony Weber, Kepala Eksekutif Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), menyampaikan penilaian itu kepada Xinhua dalam sebuah wawancara di Canberra. Menurutnya, pertumbuhan merek China mencerminkan kemampuan mereka memenuhi kebutuhan nyata konsumen Australia — bukan sekadar menawarkan harga, melainkan juga membangun ekosistem purna jual yang memadai. Weber menegaskan bahwa tanpa dukungan layanan dan inovasi berkelanjutan, konsumen Australia tidak akan menaruh kepercayaan pada produk tersebut.
Angka penjualan memperkuat gambaran itu. Pada Februari lalu, China untuk pertama kalinya menjadi sumber pemasok kendaraan baru terbesar bagi Australia dalam periode satu bulan. Sementara itu, data FCAI menunjukkan penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mencapai 23.510 unit pada Juli, setara 21,7 persen dari total pasar — menandai dua bulan berturut-turut BEV menyumbang lebih dari seperlima penjualan kendaraan baru. Bila kendaraan hybrid turut dihitung, kendaraan berteknologi elektrifikasi secara keseluruhan menguasai 48,4 persen pasar Australia pada bulan yang sama.
Weber menyatakan dirinya sangat optimistis terhadap prospek kendaraan listrik di Australia, namun mengingatkan bahwa infrastruktur pengisian daya menjadi tantangan krusial yang harus segera diatasi. Ia mengacu pada analisis International Energy Agency yang menempatkan Australia sebagai salah satu negara dengan rasio EV terhadap stasiun pengisian publik tertinggi — kondisi yang dinilainya perlu segera diperbaiki.
Dalam konteks itu, Weber membuka peluang bagi China untuk turut berkontribusi membangun infrastruktur pengisian daya di Australia. Ia menyebut Australia sebagai perekonomian yang sangat terbuka, dan menyatakan dukungan terhadap negara maupun pemasok mana pun yang memiliki keunggulan komersial atau teknologi untuk masuk ke pasar tersebut.
Weber sendiri pernah mengunjungi fasilitas riset, pengembangan, dan manufaktur industri otomotif China, termasuk menghadiri pameran otomotif Shanghai. Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam. Ia menggambarkan industri otomotif China sebagai cerminan masa depan dunia otomotif secara keseluruhan, sekaligus melihat China sebagai bagian integral dari peradaban modern yang maju dan berfungsi dengan baik.
Tag: kendaraan listrik, otomotif China, pasar Australia, NEV, FCAI