KAI Siapkan Penyatuan Akses Stasiun Karet dan BNI City Mulai 2026
2026-07-13 22:18 WIB · aindari

KAI menyiapkan integrasi Stasiun Karet dan Stasiun BNI City untuk memperbaiki keselamatan, kenyamanan, dan alur perpindahan penumpang di kawasan pusat Jakarta.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan integrasi operasional Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City sebagai bagian dari pembenahan layanan KRL Jabodetabek. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan kesiapan itu diarahkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman, nyaman, dan tersambung dengan baik. Target operasional integrasi ditetapkan pada 28 September 2026.
Rencana tersebut menempatkan kawasan Karet sebagai ruang penghubung menuju Stasiun BNI City. Dalam konsep yang disiapkan KAI, area Stasiun Karet akan berfungsi sebagai concourse, sementara proses masuk dan keluar melalui gate dipusatkan di BNI City. KAI juga menyiapkan travelator berpendingin udara agar perpindahan pelanggan antarlokasi dapat berlangsung lebih nyaman.
Bobby menekankan bahwa penataan dilakukan secara hati-hati karena Stasiun Karet selama ini telah menjadi bagian dari aktivitas harian penumpang dan warga sekitar. Kawasan itu tidak hanya digunakan oleh pengguna kereta, tetapi juga pejalan kaki, pengantar dan penjemput, ojek pangkalan, ojek daring, serta pelaku usaha. Karena itu, KAI menyebut proses integrasi akan dilakukan bertahap dengan tetap membuka ruang masukan.
Dari sisi operasi, kedekatan jarak antara Stasiun Karet dan BNI City menjadi salah satu alasan perlunya penataan ulang. Aktivitas naik-turun penumpang, pengantaran, serta penjemputan di sekitar Karet dinilai perlu diatur agar lebih aman bagi pelanggan, pengguna jalan, dan masyarakat. KAI ingin integrasi ini menjawab kebutuhan akses yang mudah, ruang publik yang lebih pasti bagi warga sekitar, serta alur perjalanan kereta yang lebih aman.
Data KAI menunjukkan tingginya aktivitas di dua stasiun tersebut. Pada Semester I 2026, Stasiun Karet mencatat 7.257.442 aktivitas gate in dan gate out, sedangkan Stasiun BNI City atau Sudirman Baru mencatat 2.688.254 aktivitas. Jika digabung, kedua stasiun melayani 9.945.696 aktivitas naik dan turun pelanggan sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Peran BNI City juga bertambah penting karena menjadi salah satu titik layanan Commuter Line Basoetta. Pada Semester I 2026, layanan ini mengangkut 1.197.413 pelanggan, naik 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 1.062.415 pelanggan. Dengan fungsi tersebut, penyatuan akses Karet dan BNI City disiapkan untuk memperkuat layanan komuter, perpindahan antarmoda, dan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
KAI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mengatur akses pejalan kaki, area pengantaran dan penjemputan, pergerakan ojek pangkalan dan ojek daring, serta aktivitas masyarakat di sekitar Stasiun Karet. Masa transisi juga akan dilengkapi informasi, petunjuk arah, petugas layanan, sosialisasi, dan pengaturan arus pelanggan agar perubahan pola perjalanan dapat dipahami dengan baik.
Tag: KAI, Stasiun Karet, BNI City, KRL Jabodetabek, Commuter Line