Indonesia Desak Pencak Silat Masuk Olimpiade Brisbane 2032 sebagai Cabang Eksibisi
2026-08-27 17:12 WIB · aindari · 👁 561 dibaca

Menlu Sugiono secara resmi meminta Australia agar pencak silat dipertandingkan sebagai cabang eksibisi pada Olimpiade Brisbane 2032, di sela pertemuan diplomatik bilateral di Melbourne.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan permintaan langsung kepada mitranya dari Australia agar pencak silat mendapat tempat sebagai cabang olahraga eksibisi di Olimpiade Brisbane 2032, yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2032. Permintaan itu disampaikan Sugiono di Melbourne, Kamis (27/6), sebagai bagian dari rangkaian kunjungan diplomatik Indonesia ke Australia.
Menurut Sugiono, komunitas pencak silat di Australia sudah terbilang besar dan telah lama menantikan dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat keberlangsungan seni bela diri asal Indonesia tersebut. Keberadaan komunitas yang sudah mengakar itu, kata Sugiono, menjadi salah satu alasan mengapa pencak silat layak mendapat panggung di ajang olahraga terbesar dunia yang akan digelar di negara tersebut.
Kunjungan Sugiono ke Melbourne juga diwarnai agenda diplomasi olahraga yang lebih luas. Sehari sebelumnya, Rabu (26/8), ia bertemu dengan sejumlah pelajar dari Brunswick North West Primary School yang tengah belajar bahasa Indonesia, dengan lokasi pertemuan yang tidak biasa: Melbourne Cricket Ground. Sugiono menyebut kesempatan masuk ke stadion ikonik itu sebagai hal yang langka, mengingat akses ke fasilitas tersebut umumnya terbatas hanya bagi kalangan tertentu dan anggota tim.
Dalam kesempatan yang sama, Sugiono bertemu dengan kapten klub sepak bola Australia, Collingwood Football Club, Darcy Moore, dan keduanya sempat bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia. Momen itu menjadi simbol dari upaya Indonesia memperluas jangkauan bahasa dan budayanya melalui jalur olahraga.
Sugiono menyampaikan apresiasi kepada Menlu Australia Penny Wong atas dukungan pemerintah Australia dalam memfasilitasi pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah. Ia berharap program tersebut dapat mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara, terutama di kalangan generasi muda Australia, sebagai fondasi saling pengertian jangka panjang.
Kunjungan ini berlangsung dalam konteks hubungan bilateral yang sedang menguat. Indonesia dan Australia menggelar Pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan di Melbourne pada Rabu (26/8) untuk membahas implementasi Jakarta Treaty 2026 — perjanjian keamanan bersama yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese pada 6 Februari 2026. Perjanjian itu mencakup konsultasi tingkat tinggi, pelatihan pertahanan bersama, penugasan perwira senior TNI di Angkatan Pertahanan Australia, perluasan pertukaran pendidikan militer, serta nota kesepahaman investasi antara Australia dan Danantara.
Tag: pencak silat, Olimpiade Brisbane 2032, diplomasi olahraga, Indonesia Australia, Sugiono