Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

China Desak AS dan Iran Pulihkan Keamanan Jalur Selat Hormuz

2026-07-14 06:03 WIB · aindari

Beijing meminta Washington dan Teheran menahan eskalasi serta memastikan pelayaran internasional di Selat Hormuz kembali aman setelah kedua pihak saling menyerang.

China menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran segera menjaga kembali keselamatan pelayaran di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi perhatian dunia setelah meningkatnya aksi militer kedua negara. Beijing menilai pemulihan arus pelayaran di kawasan itu penting bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap stabilitas perdagangan dan navigasi internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers di Beijing pada Senin. Ia menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur navigasi internasional sehingga keamanan dan kebebasan pelayaran perlu dipulihkan secepat mungkin. Menurut Lin, persoalan yang berkaitan dengan lalu lintas kapal di selat tersebut harus ditangani dengan cara yang tepat karena kekhawatiran masyarakat internasional membutuhkan respons yang sesuai.

Pernyataan China muncul setelah Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM pada Senin, 13 Juli, menyatakan telah menyerang puluhan sasaran di sejumlah lokasi. CENTCOM menyebut operasi itu ditujukan untuk menekan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz. Target yang disebutkan meliputi sistem pertahanan udara Iran, lokasi radar pesisir, kemampuan rudal dan drone, serta kapal-kapal kecil.

Dalam operasi tersebut, pasukan AS menggunakan pesawat tempur, kapal perang, drone udara serang sekali pakai, serta untuk pertama kalinya drone laut serang sekali pakai. CENTCOM juga menyatakan pasukannya berada dalam kondisi siap untuk memastikan kebebasan bernavigasi bagi kapal komersial tetap terjaga, meski menuduh Iran terus melakukan agresi, intimidasi, ancaman, dan pernyataan sepihak.

Di sisi lain, Iran pada Minggu, 13 Juli, menyatakan telah menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman. Teheran menyebut aksi itu sebagai balasan atas serangan Washington terhadap sasaran di wilayah Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim hanya dapat terjadi bila Amerika Serikat menghentikan campur tangan militernya di jalur air tersebut dan menghormati kedaulatan negara-negara pesisir.

Ketegangan terbaru ini terjadi meskipun Teheran dan Washington sebelumnya menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni dengan mediasi Pakistan. Kesepakatan itu dirancang untuk mengakhiri perang yang pecah pada akhir Februari dan membuka jalan menuju perdamaian yang lebih bertahan lama. Isinya mencakup penghentian segera pertempuran di semua front, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Namun, kedua negara kembali saling menyerang pada 7 Juli terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz. Amerika Serikat menyerang sejumlah sasaran di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset AS di berbagai kawasan. Lin Jian mengatakan China siap terus berkomunikasi dengan negara-negara terkait dan komunitas internasional untuk membahas persoalan tersebut.

Tag: China, Amerika Serikat, Iran, Selat Hormuz, pelayaran internasional