ISI Yogyakarta Rayakan 42 Tahun dengan Konser Orkestra yang Merangkul Seluruh Musik Nusantara
2026-08-31 06:04 WIB · aindari · 👁 910 dibaca

Konser 'Harmoni Warna Indonesia' memadukan instrumen etnis, tari, paduan suara, dan visual dalam satu panggung sebagai puncak Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta.
Sebagai perayaan hari jadi ke-42, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar konser berskala besar bertajuk 'Harmoni Warna Indonesia' yang mengumpulkan hampir semua unsur musikal dari berbagai penjuru Indonesia dalam satu pertunjukan orkestra simfoni. Konser yang berlangsung di Bantul ini diprakarsai Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan menjadi malam puncak rangkaian Dies Natalis.
Tidak hanya FSP yang terlibat. Fakultas Seni Rupa dan Desain serta Fakultas Seni Media Rekam turut berkontribusi mendukung jalannya konser orkestra tersebut. Tampilan visual di atas panggung, misalnya, digarap oleh Program Studi Animasi untuk mengiringi penampilan sejumlah komponis terkemuka Indonesia, antara lain Singgih Sanjaya, Puput Pramuditya, Joko Suprayitno, dan Eki Satria.
Direktur Program Konser Reza Ginandha Sakti menjelaskan bahwa konsep pertunjukan ini berangkat dari gagasan bahwa Indonesia adalah ruang budaya yang kaya dan terus berkembang lintas zaman. Panggung malam itu menampilkan instrumen etnis Nusantara, combo band, seni tari, hingga paduan suara — sebuah pernyataan artistik bahwa keberagaman bukan hambatan, melainkan modal kekuatan. Hampir seluruh musik daerah di Indonesia hadir dalam satu malam, mencerminkan rekam jejak FSP dalam pendidikan seni dan budaya nasional.
Sejumlah repertoar dibawakan dalam konser ini, di antaranya 'Jalan Sunyi Bhisma', 'Manguwuh Peksi Manyura', 'Wanita', 'Rangkaian Melati', 'Kancil', dan 'Kidung Saraswati'. Setiap karya menjadi bagian dari narasi besar tentang identitas budaya bangsa yang majemuk.
Antusiasme publik terhadap konser ini terbilang tinggi. Meski dapat disaksikan secara gratis melalui mekanisme reservasi, sebanyak 800 tiket yang disediakan panitia habis dalam waktu dua jam. Total penonton yang hadir, termasuk sivitas akademika, mencapai 1.420 orang.
Dekan FSP ISI Yogyakarta, Dr. I Nyoman Cau Arsana, menegaskan bahwa 'Harmoni Warna Indonesia' bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan pernyataan sikap tentang keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Menurutnya, perbedaan justru menjadi sumber daya yang berharga ketika dipertemukan dalam kreativitas dan kolaborasi.
Lebih jauh, ia berharap konser ini dapat menjadi ruang perjumpaan dan apresiasi yang membuktikan bahwa seni memiliki kapasitas untuk merawat persatuan, menjaga keberagaman, sekaligus memperkaya identitas budaya Indonesia dari generasi ke generasi.
Tag: ISI Yogyakarta, konser musik, Dies Natalis, seni budaya, musik Nusantara