BIG Gelontorkan 89 Persen Anggaran 2027 untuk Pemetaan Nasional dan Giant Sea Wall
2026-09-03 06:02 WIB · aindari · 👁 845 dibaca

Dari total pagu Rp2,46 triliun, Rp2,2 triliun dialokasikan untuk proyek peta dasar skala besar berbasis pinjaman Bank Dunia, sementara sisanya menyasar pemetaan pesisir utara Jawa hingga geotagging warga miskin.
Badan Informasi Geospasial (BIG) menetapkan agenda pemetaan ambisius untuk tahun anggaran 2027, dengan porsi dana terbesar diarahkan ke proyek Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) — sebuah inisiatif administrasi pertanahan dan tata ruang terpadu yang dibiayai pinjaman luar negeri dari Bank Dunia. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Kepala BIG, Mohamad Arief Syafi'i, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu.
Dari total pagu anggaran BIG sebesar Rp2,46 triliun, alokasi untuk ILASPP mencapai Rp2,2 triliun atau sekitar 89,32 persen dari keseluruhan anggaran lembaga. Melalui proyek ini, BIG ditugaskan menyediakan peta dasar skala besar 1:5.000 yang mencakup seluruh wilayah Indonesia — sebuah peta dengan tingkat detail yang jauh lebih tinggi dibanding peta umum yang selama ini tersedia.
Di luar ILASPP, BIG mengalokasikan Rp12,47 miliar untuk mendukung rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa. Pada 2027, pemetaan akan diprioritaskan di wilayah Cirebon dan Brebes. Arief menjelaskan bahwa peta yang dihasilkan akan mengintegrasikan data darat dan laut secara bersamaan, sehingga memungkinkan simulasi pergerakan banjir, termasuk dampak penurunan muka tanah di kawasan pesisir terhadap area yang berpotensi tergenang.
BIG juga menjalankan mandat sosial lewat alokasi Rp2 miliar untuk mendukung Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan. Dana tersebut akan digunakan untuk geotagging — penandaan koordinat lokasi tempat tinggal masyarakat miskin — yang pada 2027 difokuskan di Sulawesi Selatan. Dengan pendekatan ini, data kemiskinan tidak hanya mencatat jumlah, tetapi juga sebaran geografis secara presisi hingga tingkat koordinat.
Selain itu, anggaran BIG 2027 mencakup verifikasi ulang luas lahan sawah di seluruh Sulawesi senilai Rp1,5 miliar, yang ditujukan untuk memastikan data kapasitas panen nasional secara akurat. BIG juga menganggarkan Rp7,10 miliar untuk penyelesaian sengketa batas darat antara Indonesia dengan Malaysia dan Timor Leste — sebuah agenda diplomatik-teknis yang membutuhkan data geospasial presisi sebagai dasar perundingan.
Tag: BIG, ILASPP, Giant Sea Wall, pemetaan geospasial, anggaran 2027