Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Xi Jinping Kunjungi Mesir di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Serukan Penolakan Campur Tangan Asing

2026-09-04 06:07 WIB · aindari · 👁 658 dibaca

Kunjungan langka pemimpin China ke Mesir diwarnai pernyataan keras menolak intervensi pihak luar di kawasan Timur Tengah, sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.

Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan ke Mesir di tengah situasi Timur Tengah yang tengah memanas. Kunjungan ini tergolong langka dan menarik perhatian luas, mengingat kawasan tersebut sedang dilanda berbagai ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Dalam kunjungan tersebut, Xi Jinping menyerukan agar negara-negara Timur Tengah menolak campur tangan pihak luar di kawasan mereka. Pernyataan ini mencerminkan posisi Beijing yang konsisten mendorong prinsip non-intervensi dalam urusan regional, sekaligus memposisikan China sebagai mitra yang dianggap tidak membawa agenda politik seperti yang kerap dituduhkan kepada kekuatan Barat.

Di sisi lain, Mesir dan China juga menyatakan penolakan bersama terhadap pengusiran paksa warga Gaza oleh Israel. Kedua negara menegaskan dukungan mereka terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka, memperkuat keselarasan sikap diplomatik antara Kairo dan Beijing dalam isu yang menjadi perhatian dunia Arab dan komunitas internasional secara luas.

Kunjungan ini turut membawa agenda ekonomi yang konkret. Mesir dan China sepakat memperluas kawasan industri China yang berlokasi di Suez. Pengembangan kawasan tersebut diarahkan ke sejumlah sektor strategis, termasuk energi terbarukan dan industri otomotif — dua bidang yang tengah menjadi prioritas investasi global dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Di sela agenda resmi, Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, bersama Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi beserta pasangannya mengunjungi Museum Mesir Agung. Momen ini menambahkan dimensi diplomatik yang lebih personal dalam rangkaian kunjungan, sekaligus menyoroti kedekatan hubungan antara kedua kepala negara.

Kunjungan Xi ke Mesir berlangsung saat dinamika di Timur Tengah terus bergerak cepat, dengan konflik Gaza yang belum usai dan berbagai ketegangan regional lain yang masih bergolak. Kehadiran pemimpin China di kawasan ini dipandang sebagai sinyal bahwa Beijing semakin aktif memainkan peran dalam urusan geopolitik Timur Tengah, melampaui sekadar kepentingan ekonomi semata.

Langkah China memperdalam hubungan dengan Mesir — salah satu negara Arab paling berpengaruh — berpotensi mengubah peta keseimbangan pengaruh di kawasan, di mana Amerika Serikat selama ini menjadi kekuatan dominan. Perkembangan ini patut dicermati sebagai bagian dari persaingan pengaruh global yang semakin kompleks.

Tag: Xi Jinping, Mesir, Timur Tengah, Palestina, China