Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Gaya Hidup

MBG, Arah Kiblat, hingga Aturan Gawai Jadi Sorotan Humaniora

2026-07-16 06:01 WIB · aindari

Sejumlah isu humaniora mencuri perhatian, dari dampak ekonomi Program Makan Bergizi Gratis sampai pembatasan penggunaan gawai di sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG menjadi salah satu perhatian utama dalam deretan kabar humaniora pada Rabu, 15 Juli. Program ini tidak hanya dipandang sebagai layanan makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas kerja di berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok.

Tenaga Ahli Kepala Badan Gizi Nasional, Karimah Muhammad, menyampaikan bahwa MBG telah membentuk jaringan kerja baru melalui 28.390 kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Dalam ekosistem tersebut, lebih dari 1,1 juta orang terlibat sebagai penjamah makanan, pengemudi, petugas kebersihan, petugas keamanan, dan tenaga lapangan. Mereka disebut menggantungkan pendapatan pada keberlanjutan operasional SPPG.

Masih terkait pemenuhan kebutuhan anak, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan layanan pendidikan dan gizi berjalan sejak hari pertama siswa kembali bersekolah. Berdasarkan keterangan Kantor Staf Presiden di Jakarta, Dudung meninjau SDN 3 Ciseureuh di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Senin, 13 Juli, untuk melihat pelaksanaan MBG bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Dari bidang keagamaan, Kementerian Agama kembali mengajak masyarakat memeriksa arah kiblat pada 15 dan 16 Juli 2026. Imbauan itu berkaitan dengan fenomena Rashdul Qiblat, yaitu saat posisi matahari berada tepat di atas Kakbah. Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, mengatakan di Jakarta bahwa fenomena tersebut dapat membantu masyarakat mengecek arah kiblat secara sederhana, praktis, dan akurat dengan memanfaatkan posisi matahari.

Isu hunian bagi penyintas bencana juga menjadi perhatian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggunakan teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang sebagai contoh pembangunan hunian tetap mandiri untuk korban banjir bandang disertai tanah longsor di Sumatera Barat. Sekretaris Utama BNPB, Rustian, menjelaskan bahwa material bata interlocking itu diterapkan pada unit contoh hunian tetap pertama yang telah diserahkan kepada warga penyintas.

Di sektor pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan tujuan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan. Aturan tersebut diarahkan untuk mengurangi gangguan selama proses belajar, sehingga konsentrasi murid dapat meningkat. Kementerian menilai pemakaian gawai yang tidak tepat di sekolah berisiko mengurangi fokus belajar, melemahkan interaksi antarsiswa, serta membuka peluang penyalahgunaan teknologi digital yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental murid.

Tag: MBG, pendidikan, gawai, arah kiblat, hunian tetap