AS Hancurkan Tiga Tanker Iran sebagai Balasan atas Serangan Rudal di Perairan Regional
2026-09-06 09:01 WIB · aindari · 👁 554 dibaca

CENTCOM melumpuhkan tiga kapal tanker minyak Iran setelah IRGC menembakkan rudal balistik ke dua kapal perang AS, tanpa korban jiwa di kedua pihak.
Militer Amerika Serikat mengambil tindakan balasan terhadap Iran dengan melumpuhkan tiga kapal tanker minyak mentah pada Sabtu (5/7), menyusul serangan rudal balistik yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap dua kapal perang Angkatan Laut AS di perairan regional. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi aksi tersebut melalui pernyataan resmi di platform X.
Menurut CENTCOM, kapal induk dan kapal perusak berpeluru kendali AS berhasil menghindari serangan Iran tanpa menimbulkan korban di pihak Amerika. Sebagai respons, pasukan AS melumpuhkan secara permanen kapal tanker M/T Downy di lepas pantai Pulau Kharg serta M/T Stark 1 di dekat Jask. Satu kapal lagi, M/T Kylo — yang juga dikenal dengan nama Noxen — dihancurkan di Teluk Oman setelah seluruh awaknya diperintahkan meninggalkan kapal terlebih dahulu.
Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper menegaskan bahwa tindakan ini merupakan respons proporsional yang terukur. Ia menyampaikan pesan langsung kepada IRGC bahwa setiap serangan terhadap kapal AS akan dibalas dengan kerugian ekonomi yang lebih besar. Cooper juga memperingatkan bahwa AS tidak akan ragu menghancurkan armada minyak Iran lebih lanjut jika situasi mengharuskannya.
Lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, turut membenarkan insiden tersebut. Versi Iran menyebut satu tanker diserang di dekat Pulau Kharg di Teluk, sementara dua lainnya berada di lepas pantai Jask di Laut Oman. IRIB melaporkan tidak ada korban jiwa dalam serangan di Pulau Kharg dan kebakaran di atas kapal berhasil dipadamkan. Awak dari dua tanker di Jask — satu bermuatan minyak, satu kosong — berhasil dievakuasi ke darat menggunakan sekoci.
CENTCOM menyebut ketiga kapal tanker itu bagian dari jaringan perdagangan bayangan bernilai miliaran dolar yang diduga menjadi sumber pendanaan bagi IRGC dan berbagai milisi regional yang berafiliasi dengannya.
Eskalasi ini terjadi di tengah ketegangan yang terus memanas sejak operasi militer AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Teheran sebelumnya telah membalas dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang menyasar Israel maupun kepentingan AS di kawasan. Meski Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman pada Juni terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz, implementasinya mandek akibat perselisihan soal pengaturan keamanan di selat strategis tersebut.
Tag: CENTCOM, Iran, IRGC, tanker minyak, Selat Hormuz