Dinkes Tangsel: Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Gunakan Masker N95 dan Perbanyak Minum Air
2026-09-06 17:12 WIB · aindari · 👁 649 dibaca

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengeluarkan sejumlah panduan perlindungan kesehatan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjangkau wilayah Banten.
Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, bertindak cepat. Melalui Dinas Kesehatan setempat, warga diminta menerapkan langkah-langkah perlindungan diri, terutama saat kondisi udara tampak berkabut, berdebu, atau terlihat ada partikel abu di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan apabila terhirup maupun jika mengenai mata dan kulit. Oleh sebab itu, penggunaan masker N95 menjadi anjuran utama karena kemampuannya menyaring partikel berukuran kecil, termasuk abu vulkanik. Jika masker N95 tidak tersedia, masker medis biasa dapat dipakai sebagai alternatif perlindungan.
Selain masker, warga dianjurkan mengenakan kacamata pelindung guna mencegah abu masuk ke mata, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama abu masih menyebar. Apabila sebaran abu cukup tebal, Allin menyarankan warga untuk tetap berada di dalam ruangan. Bagi yang sudah terlanjur terpapar, membersihkan mata dan hidung dengan air bersih serta mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan menjadi langkah yang dianjurkan.
Di sisi lain, warga juga diminta secara berkala membersihkan abu yang menempel pada atap, halaman, dan saluran air. Pembakaran sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kualitas udara sebaiknya dihindari. Kewaspadaan saat berkendara pun perlu ditingkatkan, mengingat abu vulkanik dapat menurunkan jarak pandang secara signifikan. Untuk menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan, konsumsi air putih yang cukup turut direkomendasikan.
Dinas Kesehatan Tangsel juga meminta warga segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata — ditandai dengan mata merah, perih, atau berair — maupun iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan setelah terpapar abu. Fasilitas kesehatan yang dapat dituju meliputi puskesmas, rumah sakit, atau klinik terdekat.
Allin menegaskan agar masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi pemerintah serta instansi terkait. Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau diketahui telah berdampak pada lima provinsi dan menyebabkan penutupan sementara empat bandara, sementara 15 kecamatan di Lampung dan Banten dilaporkan terdampak erupsi tersebut.
Tag: abu vulkanik, Anak Krakatau, Tangerang Selatan, kesehatan, masker N95