Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Risiko Kanker Payudara dari Cat Rambut Permanen: Apa yang Perlu Diketahui

2026-09-09 17:07 WIB · aindari · 👁 560 dibaca

Sebuah studi internasional mengaitkan penggunaan cat rambut permanen dengan peningkatan risiko kanker payudara, namun para pakar mengingatkan agar temuan ini tidak dibaca secara berlebihan.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal internasional menemukan adanya hubungan antara penggunaan cat rambut permanen dan peningkatan risiko kanker payudara hingga 60 persen. Temuan ini memicu perhatian luas di kalangan masyarakat, terutama perempuan yang rutin mewarnai rambut.

Angka 60 persen yang beredar merujuk pada hasil studi tersebut, yang mencatat peningkatan risiko pada kelompok pengguna cat rambut permanen dibandingkan yang tidak menggunakannya. Namun angka ini perlu dipahami dalam konteks yang tepat — peningkatan risiko relatif tidak berarti seseorang pasti akan terkena kanker, melainkan menunjukkan selisih probabilitas antara dua kelompok yang dibandingkan.

Parar pakar, termasuk dari IPB, memberikan penjelasan bahwa hubungan yang ditemukan dalam studi tersebut bersifat asosiasi, bukan hubungan sebab-akibat yang sudah terbukti pasti. Artinya, studi ini menunjukkan korelasi, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa cat rambut secara langsung menyebabkan kanker payudara. Faktor-faktor lain yang memengaruhi risiko kanker payudara tetap perlu dipertimbangkan.

Cat rambut permanen mengandung sejumlah senyawa kimia yang selama ini menjadi perhatian peneliti kesehatan. Zat-zat tersebut berpotensi bersifat karsinogenik, dan paparan berulang dalam jangka panjang menjadi salah satu variabel yang diteliti dalam studi ini. Frekuensi pemakaian dan durasi penggunaan diduga turut memengaruhi besaran risiko yang ditemukan.

Meski demikian, para pakar tidak menyarankan kepanikan massal. Konteks ilmiah dari studi semacam ini penting untuk dipahami masyarakat sebelum mengambil kesimpulan. Risiko kanker payudara dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik, gaya hidup, hingga paparan lingkungan secara keseluruhan — bukan semata-mata dari satu produk tertentu.

Bagi konsumen yang ingin berhati-hati, membatasi frekuensi penggunaan cat rambut permanen dan memilih produk dengan kandungan bahan kimia yang lebih rendah bisa menjadi langkah pencegahan yang wajar. Konsultasi dengan tenaga medis atau dermatologis juga dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara.

Temuan ini menegaskan pentingnya literasi kesehatan dalam membaca hasil riset ilmiah. Angka risiko yang tampak besar dalam sebuah studi tidak selalu berarti ancaman langsung, namun juga tidak boleh diabaikan begitu saja — terutama ketika menyangkut kebiasaan yang dilakukan secara rutin dalam jangka panjang.

Tag: kanker payudara, cat rambut, kesehatan perempuan, risiko karsinogen, studi kesehatan