Pela Gandong Jadi Landasan Penguatan Peran Ayah di Maluku
2026-07-17 06:01 WIB · aindari

Kemendukbangga/BKKBN Maluku mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dengan memanfaatkan nilai Pela Gandong sebagai modal sosial keluarga dan komunitas.
Penguatan peran ayah dalam keluarga menjadi perhatian Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Di Ambon, pesan itu tampak melalui gerakan ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah, yang menempatkan pendidikan anak sebagai tanggung jawab bersama orang tua.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, menilai keterlibatan ayah merupakan investasi penting bagi tumbuh kembang anak. Menurut dia, anak tidak hanya memerlukan kehadiran ayah secara fisik, tetapi juga dukungan emosional yang konsisten. Kehadiran tersebut berpengaruh pada perkembangan psikologis, kemampuan sosial, serta capaian akademik anak.
Peran ayah dalam pengasuhan tidak berhenti pada aktivitas mengantar anak ke sekolah. Di lingkungan keluarga, ayah diharapkan ikut menemani anak belajar, bermain, berdialog, menanamkan disiplin, serta memberi contoh dalam keseharian. Dari interaksi rutin seperti itu, rasa aman, kepercayaan diri, dan karakter anak dibangun secara bertahap.
Di Maluku, penguatan peran ayah memiliki pijakan budaya melalui falsafah Pela Gandong. Nilai persaudaraan, gotong royong, saling menjaga, dan tanggung jawab bersama yang terkandung di dalamnya selama ini dikenal sebagai pengikat hubungan antarnegeri, termasuk lintas agama. Nilai yang sama dinilai relevan untuk diterapkan dalam keluarga, terutama dalam membagi tanggung jawab pengasuhan antara ayah dan ibu.
Semangat ale rasa beta rasa dalam Pela Gandong juga memberi ruang bagi pembentukan keluarga yang lebih hangat. Dalam pengasuhan, nilai itu mendorong ayah menjadi pendengar, pembimbing, dan teladan bagi anak. Lebih luas lagi, anak tidak hanya tumbuh dalam keluarga inti, tetapi juga dalam komunitas yang ikut mengingatkan, melindungi, dan menanamkan nilai kehidupan.
Pendekatan berbasis kebersamaan tersebut dinilai penting di tengah tantangan keluarga modern. Kesibukan bekerja, mobilitas tinggi, dan perkembangan teknologi berpotensi mengurangi komunikasi orang tua dengan anak. Padahal, kedekatan emosional menjadi salah satu fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Untuk memperkuat budaya pengasuhan itu, Kemendukbangga/BKKBN menjalankan Gerakan Ayah Teladan Indonesia atau GATI. Program ini diperkuat melalui Gerakan Ayah Teladan bagi Aparatur Sipil Negara atau GAT-Link, yang mendorong ASN menjadi contoh dalam membangun keluarga berkualitas. Edi menegaskan gerakan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mengubah budaya agar ayah hadir secara konsisten dalam kehidupan anak.
Tag: Maluku, Pela Gandong, Peran Ayah, BKKBN, Pengasuhan Anak